Apa yang akan Anda pelajari
- ✅ Tanggung jawab pajak pemilik toko saat mempekerjakan karyawan
- ✅ Dua cara perhitungan PPh Orang Pribadi: progresif dan tarif tetap
- ✅ Kapan harus memotong pajak, kapan tidak
- ✅ Cara melaporkan dan membayar PPh Orang Pribadi dari gaji
1. Tanggung Jawab Pemilik Toko Saat Mempekerjakan Karyawan
Sesuai peraturan, ketika Anda membayar pendapatan yang bersifat gaji atau upah kepada karyawan, Anda memiliki tanggung jawab berikut:
| No. | Tanggung Jawab | Deskripsi |
|---|---|---|
| 1 | Pemotongan Pajak | Menahan PPh Orang Pribadi dari gaji karyawan |
| 2 | Pelaporan Pajak | Menyampaikan SPT Pajak Penghasilan Orang Pribadi ke kantor pajak (jika ada pemotongan) |
| 3 | Pembayaran Pajak | Menyetorkan uang pajak yang dipotong ke anggaran negara |
| 4 | Pelunasan Pajak | Melakukan pelunasan PPh Orang Pribadi di akhir tahun untuk karyawan (jika diwakilkan) |
Catatan Penting
- Karyawan TIDAK membayar pajak sendiri. Anda (pemberi penghasilan) harus menahan dan membayarkannya.
- Jika tidak memotong dengan benar → Anda bisa dikenakan sanksi denda dan kekurangan pembayaran.
2. Jenis Kontrak dan Cara Perhitungan Pajak
Tabel Ringkasan
| Jenis Kontrak | Cara Perhitungan Pajak | Diperkenankan Pengurangan? | Pelunasan? |
|---|---|---|---|
| Kontrak Kerja ≥ 3 bulan | Tarif progresif bertahap | Ya | Ya |
| PKWT tanpa batas waktu | Tarif progresif bertahap | Ya | Ya |
| Kontrak Kerja < 3 bulan | Tarif tetap (10%) | Tidak | Tidak |
| Tidak ada kontrak | Tarif tetap (10%) | Tidak | Tidak |
3. Tarif Pajak Progresif Bertahap
Berlaku untuk Siapa?
Karyawan yang menandatangani kontrak kerja selama 3 bulan atau lebih atau PKWT tanpa batas waktu.
Cara Perhitungan
Pendapatan Kena Pajak = Total Pendapatan - Pengurang Pajak
Pengurang Pajak:
- Pengurang diri: 11 juta VND/bulan
- Pengurang tanggungan: 4,4 juta VND/orang/bulan
- Asuransi wajib (BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan)
- Donasi amal, kemanusiaan (jika ada)
Tarif Pajak Progresif
| Golongan | Pendapatan Kena Pajak/bulan | Tarif Pajak |
|---|---|---|
| 1 | Hingga 5 juta | 5% |
| 2 | Di atas 5 - 10 juta | 10% |
| 3 | Di atas 10 - 18 juta | 15% |
| 4 | Di atas 18 - 32 juta | 20% |
| 5 | Di atas 32 - 52 juta | 25% |
| 6 | Di atas 52 - 80 juta | 30% |
| 7 | Di atas 80 juta | 35% |
Contoh: Perhitungan Pajak untuk Karyawan A
Informasi:
- Gaji kotor: 20 juta/bulan
- Iuran BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan: 2,1 juta (10,5%)
- Memiliki 1 tanggungan (anak kecil)
Perhitungan:
Pendapatan Kena Pajak = 20 juta - 2,1 juta = 17,9 juta
Pengurang Pajak:
- Diri: 11 juta
- Tanggungan: 4,4 juta
- Total pengurang: 15,4 juta
Pendapatan Kena Pajak = 17,9 - 15,4 = 2,5 juta
PPh Orang Pribadi = 2,5 juta × 5% = 125.000 VND/bulan
Gaji Bersih = 20 juta - 2,1 juta (BPJS) - 125.000 (pajak) = 17.775.000 VND
4. Tarif Pajak Tetap
Berlaku untuk Siapa?
- Karyawan yang menandatangani kontrak kerja di bawah 3 bulan
- Tidak menandatangani kontrak kerja
- Pekerja jasa, borongan (sopir, kurir, konsultan...)
Cara Perhitungan
PPh Orang Pribadi = Total Pendapatan × 10%
Karakteristik:
- Tidak diperkenankan pengurangan diri
- Tidak diperkenankan pengurangan tanggungan
- Tidak dapat dilakukan pelunasan di akhir tahun
- Hanya dipotong jika pendapatan > 2 juta VND/transaksi
Contoh: Menyewa kurir pengiriman
Situasi: Anda menyewa Bapak B untuk mengantarkan barang, dibayar 3 juta/transaksi.
Perhitungan Pajak:
PPh Orang Pribadi = 3 juta × 10% = 300.000 VND
Pembayaran bersih untuk Bapak B = 3 juta - 300.000 = 2.700.000 VND
Kasus Tidak Perlu Pemotongan
Jika pendapatan per transaksi ≤ 2 juta VND → Tidak perlu memotong pajak.
Contoh: Menyewa petugas kebersihan toko, dibayar 500.000 VND/transaksi → Tidak perlu pemotongan.
5. Kapan Harus Melaporkan PPh Orang Pribadi?
Prinsip
- Ada pemotongan pajak dalam bulan/kuartal → Wajib menyampaikan SPT
- Tidak ada pemotongan pajak (meskipun ada pembayaran pendapatan) → Tidak perlu menyampaikan SPT
Batas Waktu Pelaporan
| Periode Pelaporan | Kondisi | Batas Waktu |
|---|---|---|
| Bulanan | Jumlah pajak yang dipotong ≥ 50 juta/tahun | Tanggal 20 bulan berikutnya |
| Kuartalan | Jumlah pajak yang dipotong < 50 juta/tahun | Tanggal 30 bulan pertama kuartal berikutnya |
SPT yang Perlu Disampaikan
- SPT PPh Orang Pribadi dari gaji dan upah (bukan SPT untuk rumah tangga usaha)
- Dapat disampaikan melalui perangkat lunak HTKK atau thuedientu.gdt.gov.vn
6. Pelunasan PPh Orang Pribadi di Akhir Tahun
Siapa yang Melakukan Pelunasan?
Pengusaha (Anda) melakukan pelunasan atas nama karyawan jika:
- Karyawan menandatangani kontrak kerja selama 3 bulan atau lebih
- Karyawan memberikan kuasa pelunasan kepada Anda
- Karyawan hanya memiliki pendapatan dari Anda (tidak bekerja di tempat lain)
Batas Waktu Pelunasan
Paling lambat tanggal 31/3 tahun berikutnya (90 hari sejak akhir tahun).
Kapan Karyawan Melaporkan Sendiri?
- Memiliki pendapatan dari banyak sumber (bekerja sampingan di perusahaan lain)
- Tidak memberikan kuasa kepada Anda untuk pelunasan
7. Kasus Pemilik Usaha Sekaligus Bekerja
Situasi
Anda adalah pemilik usaha rumah tangga (memiliki pendapatan dari toko), sekaligus bekerja paruh waktu di perusahaan A (memiliki pendapatan gaji).
Penanganan
| Sumber Pendapatan | Cara Perhitungan Pajak |
|---|---|
| Pendapatan dari usaha rumah tangga | Perhitungan pajak sebagai rumah tangga usaha (berdasarkan omset atau pendapatan) |
| Pendapatan dari gaji | Perhitungan PPh Orang Pribadi dari gaji (progresif atau tarif tetap) |
Kedua sumber ini DIHITUNG TERPISAH, tidak digabungkan.
8. Pertanyaan yang Sering Diajukan
Membayar Gaji di Bawah 11 Juta Apakah Perlu Memotong Pajak?
Jika menandatangani Kontrak Kerja ≥ 3 bulan: Tidak perlu memotong (karena setelah dikurangi pengurang diri, pendapatan kena pajak ≤ 0).
**Jika tidak ada kontrak kerja atau Kontrak Kerja < 3 bulan:** Potong 10% jika pembayaran > 2 juta/transaksi.
Tidak Melaporkan PPh Orang Pribadi Apakah Dikenakan Sanksi?
Ya. Jika ada pemotongan tetapi tidak dilaporkan → Dikenakan sanksi administrasi + denda keterlambatan.
Mempekerjakan Anggota Keluarga Sebagai Karyawan Bagaimana?
Sesuai peraturan, anggota keluarga (ayah, ibu, istri, suami, anak, saudara kandung) dapat bekerja sebagai akuntan dan pekerjaan lain untuk rumah tangga usaha.
Jika membayar gaji kepada mereka → Tetap harus memotong PPh Orang Pribadi seperti biasa (jika memenuhi syarat).
Karyawan Meminta Gaji Bersih, Apa yang Harus Saya Lakukan?
Gaji bersih = Gaji setelah dikurangi BPJS dan PPh Orang Pribadi.
Anda perlu menghitung kembali dari gaji bersih → gaji kotor untuk menghitung biaya aktual dan memotong pajak.
Contoh: Kesepakatan gaji bersih 15 juta → Gaji kotor aktual bisa jadi 17-18 juta (tergantung kondisi pengurangan).
Checklist: Mempekerjakan Karyawan dengan Benar
Sebelum Mempekerjakan
- Tentukan jenis kontrak (Kontrak Kerja ≥ 3 bulan, < 3 bulan, atau tidak ada kontrak)
- Hitung gaji kotor dan komponen pemotongan
- Minta karyawan untuk mendaftarkan pengurangan tanggungan (jika menandatangani Kontrak Kerja ≥ 3 bulan)
Bulanan
- Hitung gaji dan potong PPh Orang Pribadi
- Bayarkan gaji bersih kepada karyawan
- Simpan bukti pembayaran gaji
Kuartalan (atau Bulanan jika berlaku)
- Sampaikan SPT PPh Orang Pribadi (jika ada pemotongan)
- Setorkan uang pajak yang dipotong
Akhir Tahun
- Kumpulkan surat kuasa pelunasan dari karyawan
- Sampaikan SPT Pelunasan PPh Orang Pribadi
- Terbitkan bukti potong pajak kepada karyawan (jika diminta)
Kesalahan yang Sering Terjadi
-
Membayar gaji tetapi tidak memotong pajak → Akan dikenakan denda dan kekurangan pembayaran.
-
Salah membedakan antara kontrak kerja dan kontrak jasa → Menerapkan cara perhitungan pajak yang salah.
-
Tidak melaporkan meskipun ada pemotongan → Akan dikenakan sanksi administrasi.
-
Lupa melakukan pelunasan di akhir tahun → Karyawan tidak dapat melakukan restitusi pajak (jika membayar lebih).
-
Tidak menyimpan bukti pembayaran gaji → Sulit untuk menjelaskan jika ada pemeriksaan oleh kantor pajak.
9. Kesimpulan
Mempekerjakan karyawan bukan hanya soal manajemen sumber daya manusia, tetapi juga merupakan kewajiban pajak yang wajib bagi pemilik toko. Memahami dengan benar jenis kontrak, cara memotong PPh Orang Pribadi, dan batas waktu pelaporan akan membantu Anda menghindari risiko dikenakan denda dan keterlambatan pembayaran. Dengan mengelola gaji, pajak, dan dokumen secara jelas sejak awal, operasional akan lebih lancar dan transparan. GTG CRM mendukung pengelolaan karyawan, pelacakan biaya gaji, dan data untuk pelaporan pajak secara proaktif dan terstruktur.
💼 GTG CRM membantu Anda mengelola karyawan, menghitung gaji secara otomatis, dan melacak biaya personel dengan mudah. Pelajari lebih lanjut →
Ubah apa yang baru saja Anda baca menjadi hasil nyata — terapkan sekarang dengan GTG CRM, gratis.
Terapkan Sekarang