Sejak 01/07/2022, sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Presiden 123/2020/ND-CP dan Surat Edaran 78/2021/TT-BTC, rumah tangga dan individu pengusaha yang menerapkan metode pelaporan pajak wajib beralih ke faktur elektronik. Ini bukan hanya persyaratan hukum tetapi juga langkah maju yang penting dalam modernisasi kegiatan bisnis.

Untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan menghindari risiko hukum, pemilik rumah tangga dan bisnis perlu memahami aturan yang berkaitan dengan pembuatan, penggunaan, dan pengelolaan faktur elektronik. Artikel ini akan mengklarifikasi poin-poin penting untuk membantu Anda menjalankan bisnis penerbitan faktur secara akurat dan efisien.

Konsep Faktur Elektronik

Menurut Pasal 3 Keputusan Presiden 123/2020/ND-CP, faktur elektronik adalah dokumen elektronik yang dibuat oleh penjual barang atau jasa melalui media elektronik, untuk mencatat informasi transaksi komersial sesuai dengan ketentuan hukum akuntansi dan pajak. Faktur ini dapat dibuat dari mesin kasir yang terhubung langsung ke sistem badan pajak.

Faktur elektronik dibagi menjadi dua jenis utama. Jenis pertama adalah faktur dengan kode dari badan pajak, yang diberi kode sebelum dikirim ke pembeli. Kode ini mencakup nomor transaksi unik dan string karakter terenkripsi berdasarkan informasi penjual. Jenis kedua adalah faktur tanpa kode dari badan pajak, yang dibuat oleh organisasi itu sendiri dan dikirim langsung ke pelanggan tanpa perlu otentikasi sebelumnya dari badan pajak.

Contoh faktur ilustrasi

Tiga Kasus Wajib Menggunakan Faktur Elektronik

Berdasarkan Surat Edaran 78/2021/TT-BTC, rumah tangga dan individu pengusaha harus menggunakan faktur elektronik dalam tiga situasi spesifik.

Kasus pertama berlaku untuk rumah tangga dan individu yang membayar pajak berdasarkan metode pelaporan. Ini adalah kelompok subjek yang berkewajiban menggunakan faktur elektronik secara teratur dalam kegiatan bisnis.

Kasus kedua terkait dengan rumah tangga yang membayar pajak berdasarkan metode perkiraan. Ketika mereka perlu menerbitkan faktur, badan pajak akan menerbitkan faktur elektronik dengan kode untuk setiap transaksi yang terjadi.

Kasus ketiga adalah untuk rumah tangga yang melaporkan pajak untuk setiap transaksi yang terjadi. Serupa dengan kelompok kedua, jika ada permintaan untuk menggunakan faktur, badan pajak akan menerbitkan faktur elektronik untuk setiap transaksi tertentu.

Poin-poin yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Faktur Elektronik

Subjek yang Diberikan Faktur Elektronik per Transaksi

Rumah tangga yang membayar pajak perkiraan didukung oleh badan pajak dalam penerbitan faktur berkode per transaksi saat dibutuhkan. Individu pengusaha yang tidak teratur dan tidak memiliki tempat usaha tetap, membayar pajak berdasarkan setiap transaksi yang terjadi, juga termasuk dalam subjek ini.

Selain itu, beberapa kasus khusus juga akan diberikan faktur per transaksi. Misalnya, rumah tangga yang telah menghentikan operasinya tetapi belum menyelesaikan prosedur penghentian nomor registrasi pajak masih dapat mengajukan penerbitan faktur untuk likuidasi aset. Rumah tangga yang menangguhkan bisnis tetapi perlu menyelesaikan kontrak yang ada juga akan mendapatkan dukungan serupa. Kasus penegakan hukum untuk menghentikan penggunaan faktur juga termasuk dalam daftar ini.

Layanan Faktur Elektronik Gratis

Menurut Klausul 1 Pasal 14 Keputusan Presiden 123/2020/ND-CP, usaha kecil dan menengah, koperasi, rumah tangga, dan individu pengusaha di daerah dengan kondisi sosial ekonomi sulit atau sangat sulit akan dibebaskan dari biaya layanan faktur elektronik berkode selama 12 bulan sejak mulai digunakan. Daftar daerah yang mendapatkan preferensi ditetapkan dalam Keputusan Presiden 118/2015/ND-CP.

Subjek yang tidak memenuhi syarat untuk pembebasan biaya akan harus membayar biaya layanan sesuai dengan kontrak yang ditandatangani dengan organisasi penyedia layanan faktur elektronik.

Situasi Harus Menghentikan Penggunaan Faktur Elektronik

Klausul 1 Pasal 16 Keputusan Presiden 123/2020/ND-CP mencantumkan kasus-kasus di mana penggunaan faktur elektronik berkode harus dihentikan.

Ketika rumah tangga mengakhiri masa berlaku nomor registrasi pajak atau diverifikasi oleh badan pajak tidak beroperasi di alamat terdaftar, penggunaan faktur akan dihentikan. Situasi di mana rumah tangga secara sukarela memberitahukan penangguhan bisnis kepada otoritas yang berwenang juga menyebabkan penghentian penggunaan faktur elektronik.

Pelanggaran serius juga akan membawa konsekuensi serupa. Jika rumah tangga menggunakan faktur untuk menjual barang selundupan, barang terlarang, barang palsu, atau barang yang melanggar hak kekayaan intelektual, otoritas yang berwenang akan mendeteksi dan memberitahukan badan pajak untuk diproses. Tindakan membuat faktur palsu untuk menggelapkan uang juga merupakan alasan untuk menghentikan penggunaan faktur elektronik.

Selain itu, ketika badan pajak memberitahukan penghentian penggunaan faktur untuk tujuan penegakan utang pajak, atau ketika badan pendaftaran bisnis meminta penangguhan bisnis pada profesi yang diatur karena tidak memenuhi standar, rumah tangga juga harus menghentikan penggunaan faktur elektronik.

Badan Pajak Mana yang Menerbitkan Faktur per Transaksi?

Poin c Klausul 2 Pasal 13 Keputusan Presiden 123/2020/ND-CP secara jelas menetapkan tempat pengajuan permohonan penerbitan faktur.

Untuk rumah tangga dan individu pengusaha dengan tempat usaha tetap, pengajuan akan dilakukan di Kantor Cabang Pajak yang mengelola wilayah di mana kegiatan bisnis dilakukan. Sebaliknya, rumah tangga dan individu yang tidak memiliki tempat usaha tetap akan mengajukan permohonan di Kantor Cabang Pajak tempat tinggal atau tempat pendaftaran bisnis.

Jalur Peralihan dari Pajak Perkiraan ke Pelaporan

Mulai tahun 2026, badan pajak akan melaksanakan jalur peralihan bagi rumah tangga dari metode pembayaran pajak perkiraan ke metode pelaporan. Hal ini mengharuskan rumah tangga untuk melakukan semua pekerjaan seperti pencatatan buku, pembuatan dan pengiriman faktur elektronik, pelaporan dan pembayaran pajak secara online sesuai peraturan, alih-alih hanya sekadar membayar pajak perkiraan seperti sebelumnya.

Untuk mendukung rumah tangga kecil agar beradaptasi dengan peraturan baru tanpa harus menyewa akuntan atau melakukan proses manual yang rumit, banyak solusi transformasi digital yang komprehensif telah dikembangkan, membantu mengintegrasikan fungsi manajemen penjualan, pelaporan pajak, pembayaran pajak, penerbitan faktur elektronik, dan manajemen buku akuntansi dalam satu platform tunggal.

Kesimpulan

Penggunaan faktur elektronik telah menjadi kewajiban bagi rumah tangga dan individu pengusaha yang membayar pajak berdasarkan metode pelaporan. Memahami sepenuhnya ketentuan tentang faktur elektronik, mulai dari konsep, subjek yang berlaku, hingga kasus-kasus di mana faktur dapat diterbitkan dan situasi di mana penggunaannya harus dihentikan, sangat penting agar setiap pemilik rumah tangga dapat menjalankan kegiatan bisnisnya secara transparan dan patuh hukum.

Terutama, dalam konteks peralihan dari pajak perkiraan ke pelaporan, memiliki alat yang tepat untuk mengelola buku, melaporkan pajak, dan menerbitkan faktur elektronik menjadi lebih mendesak dari sebelumnya. GTG CRM menyediakan fitur penerbitan faktur elektronik otomatis terintegrasi, membantu rumah tangga dengan mudah menerbitkan faktur yang sah, mengirim data ke badan pajak sesuai peraturan, sekaligus mendukung pemeriksaan dan deteksi kesalahan pada faktur masukan. Berkat ini, pemilik rumah tangga tidak hanya menghemat waktu tetapi juga memastikan keakuratan dalam urusan akuntansi dan kepatuhan penuh terhadap semua operasi sesuai dengan persyaratan badan pajak.

Ubah apa yang baru saja Anda baca menjadi hasil nyata — terapkan segera dengan GTG CRM, gratis.

Terapkan Sekarang