Thu Huyen
532 penayangan
Daftar Isi
Dalam persaingan memperebutkan perhatian pelanggan di era digital, mengoptimalkan performa media sosial bukan lagi sekadar keuntungan, tetapi prasyarat untuk bertahan hidup. Namun, untuk mencapai konsistensi dan efektivitas maksimal di berbagai platform, bisnis membutuhkan solusi yang melampaui alat manajemen tradisional.
Di era digital, konsep "toko" atau "kantor" telah meluas melampaui ruang fisik, bergeser secara dramatis ke lingkungan daring. Dan di mana pun pelanggan menghabiskan sebagian besar waktu mereka, tempat itu menjadi "panggung utama" yang tak terbantahkan bagi setiap merek.
Media sosial bukan hanya saluran komunikasi; ia telah menjadi kebiasaan sehari-hari, bagian tak terpisahkan dari jadwal hampir setiap orang.
Menurut data global terbaru dari DataReportal 2024, pengguna internet di seluruh dunia menghabiskan rata-rata 2 jam 23 menit (setara dengan 143 menit) setiap hari untuk menjelajahi, berinteraksi, dan mengonsumsi konten di platform media sosial.

Platform media sosial telah menjadi saluran komunikasi utama antara merek dan pelanggan di era digital.
Angka ini mewakili proporsi yang sangat besar, hingga 35,8% dari total waktu online mereka.
Artinya, jika sebuah merek ingin hadir di benak pelanggan, merek tersebut harus hadir dan aktif selama dua jam "emas" setiap harinya.
Media sosial bukan lagi pilihan tambahan, tetapi telah menjadi "poros utama" yang wajib dalam setiap strategi kehadiran dan pembangunan merek yang serius.
Mempertahankan kehadiran merek yang kuat di media sosial adalah maraton yang berkelanjutan, yang membutuhkan konsistensi, kreativitas, dan sumber daya yang besar.
Sementara perusahaan besar dapat dengan mudah membangun tim pemasaran internal yang handal, bagi usaha kecil dan menengah (UKM), yang merupakan tulang punggung perekonomian, ini adalah tantangan yang sulit, bahkan terkadang mustahil:
Dihadapi dengan tekanan kinerja dan kompleksitas manajemen multi-channel, pasar telah menerima solusi inovatif. Inilah sebabnya mengapa platform Manajemen Media Sosial berbasis AI seperti Buffer, Hootsuite, dan yang terbaru GTG CRM Social AI muncul untuk mengotomatiskan seluruh proses pembuatan dan penerbitan konten.
Berbagai alat manajemen media sosial terkemuka telah dengan cepat mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (AI) tidak hanya untuk membebaskan pemasar dari tugas-tugas berulang tetapi juga untuk meningkatkan strategi konten.
Buffer AI Assistant, yang diluncurkan pada tahun 2023, telah menjadi alat yang ampuh, membantu pengguna mengatasi hambatan "kesulitan menulis teks terjemahan" dan "memilih waktu yang salah."

Asisten AI Buffer
Keefektifan AI telah dibuktikan oleh data dunia nyata: Menurut Laporan Data Buffer 2024, analisis terhadap lebih dari 1,2 juta unggahan menunjukkan bahwa:
Hootsuite berfokus pada kemampuan untuk mengubah data interaktif menjadi tindakan strategis. OwlyWriter AI (2023) menghadirkan fitur-fitur yang lebih canggih:

OwlyWriter adalah alat AI untuk membuat konten dan ide untuk media sosial.
Pada tahun 2025, Hootsuite akan ditingkatkan ke OwlyGPT dengan kemampuan personalisasi yang lebih mendalam:
Menurut Laporan Tren Media Sosial Hootsuite 2024, manfaat kinerjanya jelas: 62% pemasar secara signifikan menghemat waktu kreatif berkat AI, dan 53% melaporkan bahwa konten yang didukung AI memberikan kinerja keterlibatan di atas rata-rata.
Salah satu perbedaan utama antara merek yang dicintai dan merek yang dilupakan adalah konsistensi.
Tidak perlu menjadi viral; cukup hadir di waktu yang tepat, di saluran yang tepat, dengan nada yang tepat – dan merek tersebut akan tetap diingat oleh pelanggan.
Platform seperti Buffer dan Hootsuite menunjukkan bahwa, dengan alat yang tepat, bisnis kecil benar-benar dapat mempertahankan citra profesional yang setara dengan perusahaan besar.
GTG CRM Social mengintegrasikan AI untuk membantu UKM mengelola seluruh kehadiran media sosial mereka dalam satu dasbor, sekaligus mengotomatiskan proses pembuatan, penjadwalan, dan analitik tanpa memerlukan keterampilan teknis atau tim konten khusus.
Fitur utama:

GTG CRM membantu bisnis mengelola dan memposting secara efektif di berbagai saluran dalam satu platform.
Mengapa GTG CRM Social AI adalah pilihan optimal untuk UKM:
Kisah Buffer dan Hootsuite menunjukkan bahwa AI tidak menggantikan pembuat konten, melainkan memberdayakan mereka untuk menjadi ahli strategi.
Dengan GTG CRM Social AI, UKM kini dapat menjalankan kampanye media sosial yang profesional, konsisten, dan efektif tanpa tim pemasaran yang besar. Mulai dari menulis keterangan dan memilih tagar hingga menganalisis interaksi, semuanya dilakukan dengan AI sebagai penggeraknya.
Di era di mana kehadiran yang konstan adalah kunci pengakuan merek, GTG CRM membantu bisnis untuk selalu "hadir di waktu yang tepat, dengan cara yang tepat, dan kepada pelanggan yang tepat."







