Selain kesalahan “permukaan” seperti ejaan atau tanda baca, banyak pembuat konten – bahkan yang berpengalaman – masih sering terjebak dalam kebiasaan yang salah. Berikut adalah 3 kelompok kesalahan dasar yang perlu dihindari saat menerapkan konten iklan di Facebook.

Kesalahan Berpikir

Fondasi pemikiran yang belum kuat adalah penyebab utama rendahnya efektivitas konten iklan. Banyak penulis, terutama pemula, seringkali bertindak berdasarkan perasaan daripada tujuan pemasaran. Kesalahan umum meliputi:

  • Judul tidak menarik: Sementara 80% keberhasilan sebuah iklan berasal dari judulnya, banyak tulisan masih memiliki judul yang datar, kurang menonjol, dan tidak membangkitkan rasa ingin tahu.
  • Kurang Call to Action (CTA): Pembaca mungkin sudah 70-80% yakin, tetapi jika tidak ada ajakan bertindak di akhir tulisan, mereka akan melewatkan kesempatan untuk berinteraksi atau membeli.
  • Melanggar kebijakan iklan: Terutama di industri kecantikan, medis, dan kesehatan. Hanya beberapa kata yang melanggar dapat menyebabkan iklan dibatasi distribusinya atau memengaruhi akun.
  • Terlalu fokus pada iklan: Jika konten secara terang-terangan berniat menjual sejak awal, pelanggan akan mudah mengabaikannya. Sebaliknya, perlu dibahas secara halus, mengarahkan, dan menciptakan nilai nyata bagi pembaca.

CTA yang mendorong pembelian

Untuk menghindari penulisan iklan berdasarkan perasaan dan membangun kampanye yang jelas tujuannya sejak awal, Anda dapat merujuk pada: Rencana Iklan Facebook untuk Pemula Terbaik 2025 - artikel yang memandu langkah demi langkah mulai dari menetapkan tujuan, memilih audiens, hingga alokasi anggaran.

Kesalahan Ekspresi

Ekspresi yang buruk tidak hanya membuat konten kurang persuasif tetapi juga mengurangi pengalaman pembaca. Beberapa kesalahan umum meliputi:

  • Menulis secara klise dan terformula: 10 artikel yang sama hanya akan membuat pelanggan bosan.
  • Kurang logis, tidak koheren: Gagasan tidak diurutkan berdasarkan sebab-akibat, kurang argumen yang kuat.
  • Menulis secara dangkal atau bertele-tele: Kata-kata umum, tanpa data atau bukti spesifik. Atau sebaliknya, terlalu banyak pesan sehingga pembaca tidak ingat apa pun.
  • Nada bicara yang salah, audiens yang salah: Tidak jelas dalam mengidentifikasi target pelanggan (misalnya, ibu rumah tangga, orang paruh baya, pekerja kantoran), sehingga gaya bahasanya terasa asing dan sulit terhubung.

Jika Anda bingung harus mulai dari mana untuk menulis konten iklan yang lebih persuasif, baca lebih lanjut: 5 Langkah Membuat Konten Efektif, Menarik Ribuan Pelanggan Potensial - panduan cara meneliti wawasan, menyusun pesan, dan memasukkan manfaat dengan jelas.

Data membuat tulisan lebih persuasif

Kesalahan Penyajian

Format penyajian juga berkontribusi pada keberhasilan sebuah iklan. Konten yang bagus tetapi disajikan secara sembarangan akan mengurangi kredibilitas merek.

  • Ejaan dan tata bahasa: Sebuah kesalahan kecil seperti “sangka dalam semangkuk nasi”, mudah membuat pembaca kehilangan simpati.
  • Kalimat tidak lengkap: Misalnya, menulis kalimat tanpa subjek-predikat, membuat konten terpecah-pecah.
  • Penggunaan ikon berlebihan: Emotikon membuat konten lebih hidup, tetapi jika digunakan terlalu banyak akan terlihat menjijikkan, terutama di bidang B2B atau teknologi.
  • Tidak ada pemisahan paragraf: Sebagian besar pengguna memiliki kebiasaan membaca sekilas. Tulisan yang terlalu panjang, tanpa pembagian paragraf yang jelas, akan dengan cepat diabaikan.

Pemisahan paragraf memudahkan pengguna membaca

Kesimpulan

Ketiga kelompok kesalahan di atas – pemikiran, ekspresi, dan penyajian – adalah “jebakan” yang bisa dilakukan oleh pemula maupun pembuat konten yang sudah lama. Agar konten iklan Facebook benar-benar efektif, latihlah pemikiran yang benar, tulisan yang jelas, dan penyajian yang profesional.

Setelah mengoptimalkan konten, langkah selanjutnya adalah memilih format iklan yang tepat untuk mencapai efektivitas tertinggi. Anda dapat terus mencari tahu di: Top 7 Format Iklan Facebook Dasar Paling Populer - rangkuman berbagai jenis iklan penting dan cara menerapkannya untuk bisnis kecil.

Ubah apa yang baru saja Anda baca menjadi hasil nyata — terapkan sekarang dengan GTG CRM, gratis.

Terapkan Sekarang