Wawasan

Mengapa para penjual online mengalami kesulitan mengendalikan bisnis mereka?

Alex

532 penayangan

Daftar Isi

Banyak penjual online terjebak dalam perangkap yang umum: pesanan terus berdatangan setiap hari, notifikasi dari platform terus-menerus muncul, tetapi semakin banyak mereka menjual, semakin lelah mereka dan semakin sulit untuk memahami posisi mereka dalam lanskap bisnis secara keseluruhan.

Berikut beberapa pertanyaan yang tampaknya sederhana, namun sebenarnya sangat sulit untuk dijawab secara langsung:

  • Berapa banyak pesanan yang saya jual hari ini, tetapi berapa banyak yang benar-benar selesai?
  • Apakah peningkatan pendapatan disebabkan oleh peningkatan penjualan atau peningkatan nilai pesanan?
  • Di manakah pesanan paling sering tertunda: menunggu konfirmasi, menunggu pengiriman, atau dalam proses pengolahan?
  • Barang mana yang laris terjual, dan barang mana yang sudah lama menumpuk di gudang tanpa kita sadari?

Masalahnya bukan karena Anda tidak menjual, tetapi karena semua data penjualan Anda tersebar dan tidak "dibaca" dengan benar.

Kesalahan umum saat melacak penjualan secara manual.

Melihat pendapatan tetapi tidak melihat status pesanan.

Sebagian besar penjual hanya melihat total pendapatan atau total jumlah pesanan. Sementara itu, arus kas dan efisiensi operasional ditentukan oleh status pesanan.

Ada 50 pesanan dalam satu hari, tetapi:

  • Berapa banyak pesanan yang telah dibatalkan?
  • Berapa banyak permohonan yang masih "menunggu konfirmasi"?
  • Berapa banyak pesanan yang telah dikirim dan siap untuk direkonsiliasi?

Tanpa pemisahan yang jelas, penjual dapat dengan mudah memiliki ekspektasi yang tidak realistis tentang pertumbuhan.

Saya tidak tahu pesanan tersebut macet di tahap mana.

Saat mengelola pesanan secara manual, penjual seringkali hanya mengetahui "pesanan sedang diproses," tetapi tidak mengetahui detail spesifiknya:

  • Terhenti di tahap persiapan pesanan.
  • Terjebak dalam transportasi
  • Pengembalian dana sering diproses karena kesalahan verifikasi.

Konsekuensinya adalah:

  • Pemrosesan lambat
  • Respons pelanggan yang lambat
  • Tingkat pengembalian meningkat tanpa alasan yang jelas.

Tidak ada hubungan yang terlihat antara pesanan, pelanggan, dan produk.

Sebuah pesanan lebih dari sekadar "satu pesanan". Pesanan mencakup:

  • Pelanggan mana yang membeli?
  • Produk apa yang sebaiknya saya beli?
  • Berapakah nilai satuan rata-ratanya?
  • Ini pembelian pertama atau pengembalian barang?

Manajemen yang tidak terkoordinasi mencegah para penjual memahami perilaku pelanggan, sehingga mereka hanya memiliki beban kerja yang terus meningkat.

Ketika data penjualan dikonsolidasikan di satu tempat, ceritanya mulai berubah.

Masalah bagi sebagian besar penjual online bukanlah kurangnya data, tetapi kurangnya tempat untuk melihat data tersebut dengan benar.

Saat Anda memiliki dasbor penjualan terpusat:

  • Pendapatan bukan hanya sekadar angka; pendapatan juga diukur bersamaan dengan jumlah pesanan, nilai pesanan rata-rata, dan jumlah pelanggan.
  • Status pesanan dikategorikan dengan jelas: menunggu konfirmasi, dalam persiapan, pengiriman, selesai, dibatalkan.
  • Penjual akan langsung mengetahui di mana pesanan tertunda, tanpa harus mencari melalui setiap pesanan satu per satu.

Saat itulah pelacakan penjualan bergeser dari "reaktif" menjadi "aktif".

GTG CRM membantu penjual online melihat gambaran besar alih-alih hanya menebak-nebak.

GTG CRM dirancang untuk mengatasi masalah ini: mengkonsolidasikan semua data penjualan ke dalam satu dasbor, sehingga tenaga penjualan dapat memahaminya sekilas tanpa perlu membuat laporan manual.

Secara spesifik, GTG CRM mendukung:

  • Pantau pendapatan, jumlah pesanan, nilai pesanan rata-rata, dan jumlah pelanggan secara real-time.
  • Analisis status pesanan dengan cermat untuk mengidentifikasi di mana pesanan tersebut mengalami hambatan.
  • Periksa produk terlaris dengan cepat untuk menghindari pemesanan berdasarkan impuls.
  • Hubungkan pesanan, pelanggan, dan produk dalam satu aliran data.
Dasbor Penjualan GTG CRM

Yang terpenting, penjual tidak perlu mahir dalam akuntansi atau analisis data, karena sistem sudah mengatur data sesuai dengan logika operasionalnya.

Menyimpulkan

Saat bisnis online masih kecil, pengelolaan manual mungkin "dapat diterima." Tetapi seiring bertambahnya jumlah pesanan, kurangnya data penjualan yang jelas menjadi risiko terbesar, bukan iklan atau persaingan.

Dasbor penjualan yang jelas tidak hanya memberi tahu Anda berapa banyak yang terjual hari ini, tetapi juga membantu Anda:

  • Ketahui apakah Anda mengalami pertumbuhan atau kebocoran.
  • Mengetahui di mana masalah tersebut harus ditangani terlebih dahulu,
  • Dan ketahuilah bahwa keputusan Anda selanjutnya harus didasarkan pada data, bukan perasaan.

Itulah mengapa GTG CRM diciptakan: untuk membantu penjual online mengendalikan penjualan harian mereka sebelum semuanya menjadi terlalu kacau untuk diperbaiki.

Optimalkan Operasi Percepat Pertumbuhan Bisnis

Gratis 20.00066.888 credit
Semua Fitur Tersedia
Tanpa Kartu Kredit