Permasalahan yang Muncul dalam Praktik
"Berapa pendapatan yang dikenakan pajak?" adalah pertanyaan paling umum bagi rumah tangga usaha dan individu pebisnis, terutama dalam konteks kebijakan pajak yang disesuaikan menuju transparansi, pelaporan berdasarkan pendapatan riil.
Pada kenyataannya, banyak kasus tidak menimbulkan kewajiban membayar pajak, tetapi tetap harus memenuhi kewajiban pelaporan pajak. Oleh karena itu, pemahaman yang benar tentang ambang batas pendapatan yang dikenakan pajak dan cakupan kewajiban pajak adalah persyaratan mutlak untuk menghindari kesalahan.
Bagaimana Pendapatan Dipahami dalam Hukum Pajak?
Menurut peraturan tentang manajemen pajak dan pajak untuk rumah tangga dan individu pebisnis, pendapatan adalah:
Seluruh uang hasil penjualan barang, uang jasa yang diberikan, uang komisi, uang dukungan, pungutan tambahan, dan pemasukan lainnya yang diterima oleh rumah tangga usaha dan individu pebisnis, tanpa memandang apakah uang tersebut sudah diterima atau belum.
Pendapatan untuk menentukan kewajiban pajak:
- Tidak berdasarkan keuntungan
- Tidak dikurangi biaya
- Tidak tergantung pada bentuk pembayaran
- Tidak tergantung pada penjualan online atau offline
Ambang Batas Pendapatan yang Tidak Dikenakan Pajak Sesuai Peraturan yang Berlaku
Peraturan yang Sedang Diterapkan
Pada tanggal 10 Desember 2025, Parlemen menyetujui Undang-Undang Pajak Penghasilan Pribadi (Amandemen).
Menurut isi undang-undang yang telah disetujui:
- Ambang batas pendapatan yang tidak dikenakan pajak bagi rumah tangga dan individu pebisnis dinaikkan menjadi 500 juta VND/tahun
Jumlah 500 juta VND/tahun:
- Dikurangi sebelum perhitungan pajak berdasarkan tarif atas pendapatan
- Sekaligus merupakan ambang batas pendapatan yang tidak dikenakan pajak pertambahan nilai
Oleh karena itu, rumah tangga dan individu pebisnis dengan pendapatan dalam tahun kalender tidak melebihi 500 juta VND:
- Tidak wajib membayar pajak penghasilan pribadi
- Tidak wajib membayar pajak pertambahan nilai
- Tetapi tetap harus memenuhi kewajiban pelaporan pajak sesuai peraturan
Pelaporan dan pembayaran pajak dilakukan sesuai dengan:
- Periode pelaporan bulanan atau triwulanan (tergantung kondisi)
- Pendapatan riil yang timbul dalam periode tersebut
Baca lebih lanjut: Biaya Apa Saja yang Dapat Dikurangi Pajak Saat Berbisnis?
Kasus Pendapatan di Atas 500 Juta VND/Tahun
Ketika pendapatan melebihi 500 juta VND/tahun, kewajiban pajak mulai timbul.
Menurut Undang-Undang Pajak Penghasilan Pribadi (Amandemen), kewajiban pajak yang timbul meliputi:
- Wajib membayar pajak pertambahan nilai
- Wajib membayar pajak penghasilan pribadi
Metode Perhitungan PPN atas Pendapatan
(Berlaku untuk semua kelompok rumah tangga usaha)
PPN = Pendapatan x Tarif Pajak
| Kelompok Aktivitas Bisnis | Tarif |
|---|---|
| Distribusi, pasokan barang | 1% |
| Jasa, konstruksi tanpa subkontrak material | 5% |
| Produksi, transportasi, jasa terkait barang, konstruksi dengan subkontrak material | 3% |
| Aktivitas bisnis lainnya | 2% |
Metode Perhitungan PPh atas Penghasilan
(Berlaku untuk rumah tangga usaha dengan pendapatan tahunan di atas 500 juta VND/tahun)
PPh = (Pendapatan - Biaya) x Tarif Pajak
| Pendapatan Kena Pajak | Tarif Pajak |
|---|---|
| Dari 500 juta hingga 3 miliar VND | 15% |
| Di atas 3 miliar hingga 50 miliar VND | 17% |
| Di atas 50 miliar VND | 20% |
Catatan:
- Rumah tangga usaha dengan pendapatan tahunan dari 500 juta hingga 3 miliar VND/tahun dapat memilih menerapkan perhitungan PPh atas penghasilan atau atas pendapatan
- Rumah tangga usaha dengan pendapatan tahunan di atas 3 miliar VND/tahun wajib menerapkan perhitungan PPh atas penghasilan (khusus kelompok sewa aset, PPh dihitung berdasarkan pendapatan)
Metode Perhitungan PPh atas Pendapatan
(Berlaku untuk rumah tangga usaha dengan pendapatan tahunan dari 500 juta hingga 3 miliar VND/tahun)
PPh = Pendapatan (dihitung melebihi ambang batas pendapatan bebas pajak 500 juta) x Tarif Pajak
| Kelompok Aktivitas Bisnis | Tarif |
|---|---|
| Distribusi, pasokan barang | 0,5% |
| Jasa, konstruksi tanpa subkontrak material | 2% |
| Aktivitas sewa aset | 5% |
| Produksi, transportasi, jasa terkait barang, konstruksi dengan subkontrak material | 1,5% |
| Penyediaan produk, layanan informasi digital | 5% |
| Aktivitas bisnis lainnya | 1% |
Cara Menentukan Pendapatan untuk Perbandingan dengan Batas 500 Juta VND
Pendapatan ditentukan berdasarkan prinsip-prinsip:
- Dihitung berdasarkan tahun kalender
- Menggabungkan seluruh aktivitas bisnis
- Tidak membedakan jenis usaha
- Tidak membedakan saluran penjualan
Dalam kasus tidak berbisnis selama 12 bulan penuh, pendapatan dihitung berdasarkan pendapatan riil yang timbul dalam tahun tersebut, tidak dikonversi menjadi 12 bulan penuh.
Kewajiban Pelaporan Pajak Meski Tidak Wajib Membayar Pajak
Bahkan jika pendapatan tidak melebihi 500 juta VND/tahun, pebisnis mungkin masih harus:
- Melakukan pelaporan pajak secara berkala
- Memberikan informasi jika diminta oleh otoritas pajak
- Menjelaskan pendapatan saat ada pemeriksaan, rekonsiliasi data
Oleh karena itu, tidak wajib membayar pajak ≠ tidak wajib melaporkan pajak.
Baca lebih lanjut: Pada Tahun 2026, Rumah Tangga Usaha Melaporkan Pajak Bulanan atau Triwulanan?
Kesimpulan
Dapat diringkas sebagai berikut:
- Pendapatan tidak melebihi 500 juta VND/tahun: tidak wajib membayar PPN, tidak wajib membayar PPh berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Pribadi Amandemen yang telah disetujui
- Pendapatan melebihi 500 juta VND/tahun: timbul kewajiban membayar pajak sesuai peraturan
- Pendapatan adalah pendapatan bruto, bukan keuntungan
- Kewajiban pelaporan pajak tetap harus dipenuhi, bahkan jika tidak ada jumlah pajak yang harus dibayar
Memahami dengan benar sejak awal adalah satu-satunya cara untuk menghindari risiko hukum dalam bisnis jangka panjang.
Ubah apa yang baru saja Anda baca menjadi hasil nyata — terapkan sekarang dengan GTG CRM, gratis.
Terapkan Sekarang