Berjualan di marketplace seperti Shopee, Lazada, Tokopedia memberikan peluang untuk menjangkau pelanggan dengan cepat sejak awal. Namun, jika hanya fokus pada marketplace dan tidak membangun saluran penjualan sendiri, Anda akan menghadapi banyak risiko jangka panjang: biaya iklan yang terus meningkat, kehilangan kendali atas data pelanggan, kesulitan membangun merek sendiri, dan ketergantungan sepenuhnya pada kebijakan marketplace. Untuk berkembang secara berkelanjutan, penjual perlu memiliki website penjualan sendiri dan sistem manajemen pelanggan agar lebih proaktif dalam merawat dan mengaktifkan kembali pelanggan lama.

Mengapa Banyak Penjual Masih Bergantung Sepenuhnya pada Marketplace

Saat memulai bisnis online, marketplace adalah pilihan yang masuk akal bagi kebanyakan penjual. Tidak perlu modal besar untuk membangun infrastruktur, tidak memerlukan pengetahuan teknis yang rumit, cukup mendaftar akun dan mulai berjualan. Volume lalu lintas yang sudah ada dari marketplace membantu produk segera menjangkau pelanggan, terutama selama periode diskon besar seperti 9.9, 11.11, atau 12.12.

Namun, kemudahan inilah yang membuat banyak penjual terjebak dalam zona nyaman. Ketika pesanan datang secara teratur, pendapatan meningkat, mereka merasa tidak perlu melakukan apa pun lagi. Semakin banyak mereka berjualan di marketplace, semakin mereka percaya bahwa ini adalah satu-satunya cara dan cukup untuk berkembang dalam jangka panjang.

Faktanya, banyak penjual yang telah berbisnis selama 2 hingga 3 tahun masih hanya memiliki satu toko di marketplace, tanpa website, tanpa daftar pelanggan sendiri, bahkan tidak memiliki cara untuk menghubungi kembali pembeli yang pernah bertransaksi selain melalui sistem pesan marketplace. Ketika ditanya alasannya, jawabannya seringkali adalah: "Pelanggan semua membeli di marketplace, membuat web juga tidak ada yang datang", "Fokus di satu tempat agar tidak repot", atau "Belum tahu cara membuat web".

Risiko dan Biaya Tersembunyi Saat Hanya Berjualan di Marketplace

Biaya Iklan yang Terus Meningkat

Marketplace beroperasi dengan model pasar yang sangat kompetitif. Agar produk Anda muncul di hadapan pelanggan, Anda harus membayar biaya iklan, berpartisipasi dalam program promosi yang diselenggarakan oleh marketplace, atau menerima diskon besar untuk bersaing. Semakin banyak penjual yang bergabung, semakin tinggi biaya iklan.

Seorang penjual kosmetik mungkin harus mengeluarkan 15% hingga 25% dari pendapatan untuk iklan dan komisi marketplace. Jika pendapatan bulanan mencapai 100 juta, mungkin harus mengeluarkan 20 hingga 25 juta hanya untuk mendapatkan pesanan. Angka ini belum termasuk biaya diskon dalam program flash sale atau voucher yang diminta marketplace untuk ditanggung sendiri oleh toko.

Kehilangan Kepemilikan Data Pelanggan

Ini adalah masalah terbesar tetapi jarang disadari penjual sejak awal. Saat pelanggan membeli di marketplace, semua informasi mereka menjadi milik marketplace, bukan milik Anda. Anda hanya melihat nama, nomor telepon, dan alamat dalam pesanan tertentu, tetapi tidak dapat mengekspor daftar pelanggan untuk menjalankan iklan berulang, mengirim email pemasaran, atau membangun program loyalitas pelanggan.

Jika seorang pelanggan telah membeli dari Anda 5 kali dalam setahun terakhir tetapi dalam 2 bulan terakhir tidak kembali, Anda tidak memiliki cara untuk secara proaktif menghubungi mereka untuk mengingatkan atau mengirimkan penawaran. Anda sepenuhnya bergantung pada mereka untuk mengingat toko Anda dan kembali mencarinya.

Ini berarti Anda kehilangan kesempatan untuk menyimpan data pelanggan, aset terpenting dalam bisnis jangka panjang. Tanpa data, Anda tidak dapat menganalisis perilaku pembelian, mempersonalisasi pengalaman, dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Sulit Membangun Merek Sendiri

Saat berjualan di marketplace, pelanggan biasanya mengingat marketplace terlebih dahulu, baru kemudian toko Anda. Banyak orang membeli di Shopee tetapi tidak ingat nama tokonya, hanya ingat bahwa mereka membeli di Shopee. Hal ini membuat Anda sulit menciptakan jejak merek sendiri di benak pelanggan.

Tampilan toko di marketplace juga dibatasi oleh template yang tersedia. Anda tidak dapat menyesuaikan pengalaman pengguna sesuai cara Anda sendiri, tidak dapat menceritakan kisah merek secara mendalam, dan sulit menciptakan perbedaan dari ribuan toko lain yang menjual produk yang sama.

Bergantung pada Kebijakan dan Algoritma Marketplace

Marketplace terus mengubah kebijakan mereka. Hari ini toko Anda berada di peringkat teratas pencarian, besok algoritma berubah dan Anda turun peringkat tanpa tahu alasannya. Marketplace dapat menaikkan komisi, mengubah kebijakan pengembalian dana, atau memprioritaskan toko yang lebih besar dalam program promosi.

Jika melanggar kebijakan, baik sengaja maupun tidak sengaja, toko Anda dapat diblokir sementara atau permanen. Ketika itu terjadi, seluruh saluran penjualan Anda akan berhenti, pendapatan menjadi nol, dan Anda tidak memiliki saluran cadangan.

Sulit Merawat dan Mengaktifkan Kembali Pelanggan Lama

Dalam bisnis, biaya untuk mempertahankan pelanggan lama biasanya 5 hingga 10 kali lebih rendah daripada mencari pelanggan baru. Namun, saat hanya berjualan di marketplace, Anda tidak dapat secara proaktif merawat pelanggan lama. Anda tidak tahu siapa yang membeli sekali, siapa yang membeli lima kali, siapa yang sudah lama tidak kembali.

Sistem pesan marketplace hanya memungkinkan Anda membalas pelanggan dalam lingkup pesanan tertentu. Jika ingin mengirimkan notifikasi produk baru atau program penawaran, Anda tidak memiliki cara untuk menjangkau mereka kecuali dengan menjalankan iklan berbayar di marketplace itu sendiri.

Kapan Penjual Harus Mulai Memikirkan Website Penjualan Sendiri

Anda tidak harus memiliki website sejak hari pertama. Marketplace masih merupakan tempat yang baik untuk memulai, menguji produk, dan menemukan kecocokan produk-pasar (product-market fit). Namun, ketika Anda melihat tanda-tanda berikut, saat itulah Anda perlu mulai memikirkan pembangunan saluran penjualan sendiri.

Tanda Pertama: Anda telah memiliki pendapatan yang stabil di marketplace selama 3 hingga 6 bulan. Ini membuktikan bahwa produk Anda memiliki permintaan nyata, bukan hanya percobaan jangka pendek.

Tanda Kedua: Tingkat pelanggan yang kembali membeli untuk kedua, ketiga kalinya mulai meningkat. Jika Anda melihat ada kelompok pelanggan setia, ini adalah sinyal bagus untuk mulai membangun saluran sendiri guna merawat mereka lebih baik.

Tanda Ketiga: Biaya iklan di marketplace mulai mendominasi struktur biaya. Ketika Anda harus mengeluarkan 20% hingga 30% dari pendapatan untuk iklan, margin keuntungan terkikis, dan Anda perlu mencari saluran tambahan untuk mengoptimalkan biaya.

Tanda Keempat: Anda ingin membangun merek sendiri alih-alih hanya menjadi toko anonim di antara ribuan toko lainnya. Ketika Anda memiliki ambisi untuk berkembang dalam jangka panjang, tidak hanya berjualan tetapi juga ingin menciptakan nilai merek, website sendiri adalah langkah yang tak terhindarkan.

Bagaimana Website Sendiri Membantu Penjual Bertahan Lama

Memiliki Sepenuhnya Data Pelanggan

Saat pelanggan membeli di website Anda, Anda memiliki semua informasi mereka: email, nomor telepon, riwayat pembelian, produk favorit, frekuensi kunjungan kembali. Ini adalah data pihak pertama (first-party data), sumber data paling berharga di era privasi data yang semakin ketat.

Dengan data ini, Anda dapat mengelompokkan pelanggan berdasarkan berbagai kriteria: pelanggan baru, pelanggan setia, pelanggan yang sudah lama tidak kembali. Dari sana, Anda dapat merancang kampanye perawatan yang sesuai untuk setiap kelompok, meningkatkan tingkat pembelian kembali dan nilai pesanan rata-rata.

Mengurangi Biaya Pemasaran Jangka Panjang

Website penjualan memungkinkan Anda melakukan SEO, membuat konten bermanfaat untuk menarik pelanggan secara organik dari Google. Ketika artikel atau halaman produk Anda berperingkat baik di mesin pencari, Anda mendapatkan lalu lintas gratis dan berkelanjutan, tidak bergantung pada anggaran iklan bulanan.

Selain itu, setelah memiliki daftar pelanggan, Anda dapat mengirim email pemasaran atau pesan Zalo dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada menjalankan iklan di marketplace. Kampanye email yang dikirim ke 10.000 pelanggan lama mungkin hanya memerlukan beberapa ratus ribu rupiah, tetapi dapat menghasilkan pendapatan puluhan juta jika kontennya menarik.

Membangun Merek Sendiri

Website adalah ruang yang sepenuhnya milik Anda. Anda dapat menyesuaikan tampilan, menceritakan kisah merek, merancang pengalaman pengguna sesuai cara Anda sendiri. Pelanggan yang mengunjungi website akan mengingat nama merek Anda, bukan nama marketplace.

Ketika merek sudah mapan, Anda dapat menaikkan harga produk tanpa harus bersaing harga seperti di marketplace. Pelanggan bersedia membayar lebih untuk merek yang mereka percayai.

Proaktif dalam Strategi Bisnis

Anda tidak lagi bergantung pada kebijakan atau algoritma marketplace. Anda sendiri yang memutuskan program promosi apa yang akan dijalankan, berapa banyak diskon, dan bagaimana merawat pelanggan. Jika suatu hari marketplace mengubah kebijakan yang merugikan, Anda masih memiliki saluran cadangan untuk mempertahankan pendapatan.

Meningkatkan Tingkat Pembelian Kembali Pelanggan

Dengan sistem CRM yang terintegrasi ke website, Anda dapat melacak perilaku pelanggan dan mengirimkan notifikasi otomatis ketika mereka meninggalkan keranjang belanja, ketika ada produk baru yang sesuai dengan minat mereka, atau saat ulang tahun mereka. Sentuhan kecil ini membantu meningkatkan keterlibatan dan tingkat pembelian kembali.

Rencana 3 Langkah bagi Penjual untuk Membangun Saluran Penjualan Sendiri di Luar Marketplace

Langkah 1: Buat Website Penjualan Sederhana

Anda tidak perlu website yang rumit sejak awal. Website penjualan dasar dengan fitur-fitur: menampilkan produk, keranjang belanja, pembayaran, dan formulir kontak sudah cukup untuk memulai.

kho-tang-templates-landing-page-cua-gtg-crm.webp

Jika anggaran terbatas, Anda dapat menggunakan platform yang mendukung pembuatan website cepat tanpa memerlukan pengetahuan pemrograman. GTG CRM adalah salah satunya, memungkinkan Anda membuat website penjualan dengan tampilan yang sudah ada, mudah disesuaikan, dan terintegrasi dengan sistem manajemen pesanan.

Jangan menunda karena ingin membuat website yang sempurna. Mulailah dengan versi sederhana, lalu tingkatkan secara bertahap berdasarkan umpan balik pelanggan.

Langkah 2: Bangun Halaman Arahan (Landing Page) untuk Setiap Kampanye

Halaman arahan adalah halaman tujuan yang dirancang untuk fokus pada tujuan tertentu: mengumpulkan informasi pelanggan, memperkenalkan produk baru, atau mempromosikan program penawaran. Berbeda dengan website menyeluruh, halaman arahan untuk penjual membantu Anda mengukur efektivitas setiap kampanye pemasaran secara jelas.

Misalnya, ketika Anda menjalankan iklan Facebook untuk lini produk baru, alih-alih mengarahkan pelanggan ke beranda website, Anda mengarahkan mereka ke halaman arahan yang hanya membahas produk tersebut. Halaman ini berisi informasi rinci, gambar menarik, dan tombol seruan tindakan (call to action) yang jelas seperti "Pesan Sekarang" atau "Dapatkan Penawaran".

Ketika pelanggan mengisi formulir di halaman arahan, baik mereka membeli segera atau tidak, Anda telah mengumpulkan data untuk perawatan di masa mendatang.

Langkah 3: Gunakan CRM untuk Mengelola dan Merawat Pelanggan

CRM adalah sistem yang membantu Anda menyimpan dan mengelola informasi pelanggan secara sistematis. Setelah Anda memiliki website dan mulai mengumpulkan data, langkah selanjutnya adalah menggunakan CRM untuk mengelompokkan pelanggan, melacak riwayat interaksi, dan mengatur alur perawatan otomatis.

Misalnya, ketika pelanggan baru mendaftar untuk menerima informasi di halaman arahan, CRM dapat secara otomatis mengirimkan email ucapan selamat beserta kode diskon. Ketika pelanggan melakukan pembelian pertama, sistem mencatatnya dan 7 hari kemudian secara otomatis mengirimkan pesan untuk menanyakan pengalaman mereka. Jika pelanggan tidak kembali setelah 30 hari, CRM dapat mengirimkan penawaran khusus untuk mengaktifkan kembali.

Sistem CRM tidak hanya membantu Anda menghemat waktu tetapi juga memastikan tidak ada peluang perawatan pelanggan yang terlewat.

Contoh Alur Penjualan Spesifik dari Lalu Lintas ke Penyimpanan Prospek dan Perawatan Kembali Pelanggan

Mari lihat situasi nyata untuk lebih memahami cara kerja website, halaman arahan, dan CRM secara bersamaan.

Tahap 1: Menarik Lalu Lintas

Anda masih berjualan di Shopee dan memiliki basis pelanggan yang stabil. Anda memutuskan untuk menjalankan iklan Facebook yang memperkenalkan lini produk perawatan kulit baru. Iklan ini tidak mengarah ke Shopee tetapi ke halaman arahan di website Anda sendiri.

Tahap 2: Mengumpulkan Informasi Pelanggan

Halaman arahan ini memiliki judul yang menarik, gambar produk berkualitas, dan formulir sederhana yang meminta pelanggan untuk mengisi nama, nomor telepon, email untuk menerima diskon 15% untuk pesanan pertama. Ketika pelanggan mengisi formulir, informasi mereka secara otomatis tersimpan di CRM.

Tahap 3: Perawatan Segera

Segera setelah pelanggan mengisi formulir, sistem secara otomatis mengirimkan email atau pesan Zalo ucapan terima kasih beserta kode diskon dan tautan ke halaman produk di website. Pelanggan dapat memesan segera atau menyimpannya untuk nanti.

Tahap 4: Pemantauan dan Pengingat

Jika pelanggan belum memesan setelah 3 hari, CRM secara otomatis mengirimkan pesan pengingat lembut: "Anda telah melihat produk X tetapi belum memesan. Kode diskon Anda berlaku hingga akhir minggu ini."

Jika pelanggan melakukan pembelian, CRM mencatat pesanan pertama dan memindahkannya ke grup "Pelanggan Baru". Setelah 7 hari, sistem mengirimkan pesan untuk menanyakan kabar dan memperkenalkan produk terkait.

Tahap 5: Mengaktifkan Kembali Pelanggan Lama

Setelah 30 hari, jika pelanggan tidak kembali, sistem secara otomatis mengirimkan penawaran khusus atau memperkenalkan produk baru yang sesuai dengan riwayat pembelian mereka. Jika mereka telah membeli berkali-kali, CRM dapat mengirimkan program poin loyalitas atau penawaran pelanggan setia.

Seluruh proses ini berjalan otomatis, Anda hanya perlu mengaturnya sekali. Hasilnya adalah Anda memiliki sistem penjualan yang berkelanjutan, tidak sepenuhnya bergantung pada marketplace, dan memiliki kemampuan untuk merawat pelanggan secara proaktif.

GTG CRM Membantu Penjual Membangun Saluran Penjualan Sendiri

Jika Anda mencari solusi sederhana untuk mulai membangun saluran penjualan sendiri di luar marketplace, GTG CRM bisa menjadi pilihan yang tepat. Sistem ini dirancang khusus untuk bisnis online, terutama bagi penjual yang ingin beralih dari berjualan di marketplace ke memiliki saluran penjualan sendiri.

GTG CRM menyediakan fitur dasar yang Anda butuhkan:

Website Penjualan: Anda dapat membuat website penjualan SEO-friendly dengan tampilan yang sudah ada, mudah disesuaikan, tanpa memerlukan pengetahuan pemrograman. Website terintegrasi dengan sistem manajemen produk, pesanan, dan pelanggan.

Halaman Arahan (Landing Page): Buat halaman arahan khusus untuk setiap kampanye pemasaran guna mengumpulkan informasi pelanggan secara lebih efektif.

CRM: Simpan dan kelola informasi pelanggan, lacak riwayat interaksi, kategorikan pelanggan berdasarkan berbagai kriteria. Sistem membantu Anda mengetahui siapa yang telah membeli, siapa yang belum, siapa yang perlu perawatan lebih lanjut.

Proses Otomatis: Atur proses perawatan pelanggan otomatis sejak mereka meninggalkan informasi di halaman arahan hingga menjadi pelanggan setia.

GTG CRM bukanlah satu-satunya solusi, tetapi cocok untuk penjual yang berada dalam fase transisi dari berjualan di marketplace ke membangun saluran sendiri. Sistemnya sederhana, mudah digunakan, dan harganya terjangkau untuk bisnis kecil dan menengah.

Kesimpulan

Marketplace adalah titik awal yang baik, tetapi bukan tujuan akhir jika Anda ingin membangun bisnis yang berkelanjutan. Ketika hanya berjualan di marketplace, Anda kehilangan kendali atas data pelanggan, bergantung pada kebijakan pihak ketiga, dan sulit membangun merek sendiri.

Memiliki website penjualan sendiri bukan berarti Anda harus meninggalkan marketplace sepenuhnya. Anda masih bisa berjualan di kedua saluran, tetapi website akan menjadi tempat Anda memiliki data, membangun merek, dan merawat pelanggan sesuai cara Anda sendiri. Ini adalah strategi penjualan yang berkelanjutan, membantu Anda mengurangi risiko dan bertumbuh dalam jangka panjang.

Jika Anda sudah memiliki pendapatan yang stabil di marketplace, inilah saatnya untuk mulai memikirkan pembangunan saluran penjualan di luar marketplace. Mulailah dengan website sederhana, buat halaman arahan untuk mengumpulkan informasi pelanggan, dan gunakan CRM untuk penjual guna mengelola data secara efektif. Anda tidak perlu melakukan semuanya sekaligus, tetapi mulailah hari ini agar tidak tertinggal.

Buat website penjualan dengan GTG CRM agar lebih proaktif dalam bisnis, simpan data pelanggan, dan bangun merek Anda sendiri.

Pertanyaan Umum

Saya baru berjualan di marketplace selama 3 bulan, apakah saya perlu membuat website sekarang?

Belum perlu segera. Fokuslah pada pencarian produk yang cocok dan membangun pendapatan yang stabil di marketplace terlebih dahulu. Ketika Anda sudah memiliki pendapatan yang stabil selama 3 hingga 6 bulan dan melihat ada pelanggan yang kembali membeli berkali-kali, itulah saatnya untuk mulai memikirkan website sendiri.

Apakah membuat website mahal?

Biaya pembangunan website bervariasi tergantung pada kebutuhan Anda. Jika Anda menggunakan platform pendukung pembuatan website seperti GTG CRM, biayanya akan jauh lebih rendah dibandingkan menyewa tim pengembang terpisah. Anda dapat memulai dengan website sederhana dan mengembangkannya seiring dengan peningkatan pendapatan.

Saya tidak memiliki latar belakang teknis, bagaimana cara mengelola website?

Platform modern seperti GTG CRM dirancang agar orang tanpa latar belakang teknis pun dapat menggunakannya. Anda hanya perlu beroperasi pada antarmuka yang sederhana untuk menambah produk, mengedit konten, dan mengelola pesanan. Jika mengalami kesulitan, tim dukungan akan membantu Anda.

Haruskah saya meninggalkan marketplace sepenuhnya untuk fokus pada website?

Tidak disarankan. Marketplace masih menjadi sumber lalu lintas dan pendapatan yang penting. Strategi terbaik adalah mempertahankan kedua saluran: berjualan di marketplace untuk menjangkau pelanggan baru, sekaligus membangun website untuk memiliki data dan merawat pelanggan lama dengan lebih baik.

Bagaimana agar website saya didatangi pengunjung padahal orang sudah terbiasa membeli di marketplace?

Anda dapat mulai dengan menjalankan iklan Facebook atau Google yang mengarah langsung ke website. Selain itu, buatlah program penawaran eksklusif yang hanya ada di website untuk mendorong pelanggan mencoba. Seiring waktu, ketika Anda melakukan SEO dengan baik dan membangun merek, pelanggan akan secara alami menemukan website Anda.

Apakah CRM rumit? Perlu banyak belajar untuk menggunakannya?

CRM modern dirancang agar sederhana dan intuitif. Anda tidak perlu belajar banyak, cukup pahami konsep dasar seperti cara menambahkan pelanggan, mengkategorikan kelompok pelanggan, dan mengatur alur otomatis. Sebagian besar sistem CRM memiliki panduan terperinci dan tim dukungan yang siap membantu.

Ubah apa yang telah Anda baca menjadi hasil nyata — terapkan segera dengan GTG CRM, gratis.

Terapkan Sekarang