Studi Kasus

Analisis Ruang Permintaan – Kunci Membangun Rencana Bisnis e-Commerce 2026 dan Peran GTG CRM

Thanh Tra

532 penayangan

Daftar Isi

Ketika "penurunan harga" bukan lagi sebuah strategi, melainkan hanya reaksi pasar.

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi periode persaingan paling ketat bagi industri e-commerce Vietnam.

Anggaran iklan meningkat, perilaku konsumen berubah lebih cepat dari sebelumnya, dan model "promosi diskon" telah mencapai batas efektivitasnya.

Dalam konteks ini, merek-merek mulai beralih ke pendekatan baru: memperoleh pemahaman mendalam tentang motivasi pembelian konsumen dan ruang kebutuhan aktual mereka (Demand Space).

Metode ini membantu bisnis menjawab tiga pertanyaan mendasar:

  • Kebutuhan apa yang mendorong pelanggan melakukan pembelian (fungsional vs. emosional)?
  • Berapa banyak yang bersedia mereka bayarkan untuk setiap kasus penggunaan?
  • Lalu di manakah "ruang kosong" —celah pasar yang dapat dieksploitasi oleh merek?

Demand Space – Peta jalan pertumbuhan baru untuk bisnis e-commerce.

Demand Space lebih dari sekadar teknik riset pasar.

Ini adalah lensa strategis yang membantu bisnis mengidentifikasi "momen pembelian" konsumen —ketika kebutuhan, konteks, dan emosi beririsan.

Alih-alih sekadar mengelompokkan pelanggan berdasarkan demografi atau pendapatan, Demand Space menggali lebih dalam:

  • Mengapa mereka membeli (motivasi, tujuan, emosi)?
  • Kapan mereka membelinya (skenario penggunaan, waktu, lingkungan)?
  • Seberapa besar mereka bersedia membayar (nilai yang dirasakan vs. nilai sebenarnya)?

Dari situ, merek tersebut dapat memposisikan ulang produknya, menyusun kembali portofolionya, dan memfokuskan investasi pada segmen dengan margin keuntungan tertinggi.

Studi Kasus: Industri Sampo – Ketika Data Mengungkap Kebutuhan yang Belum Terpenuhi

Langkah 1 – Analisis permintaan berdasarkan segmen nilai (AOV)

Data e-commerce untuk tahun 2024–2025 menunjukkan diferensiasi yang jelas dalam nilai pesanan (AOV) dan permintaan di dalam industri sampo:

Wawasan utama:

Konsumen bersedia membayar lebih untuk solusi yang mengatasi masalah mendasar, tetapi tetap sensitif terhadap harga untuk produk-produk dasar.

Implikasi strategis: Merek yang bertujuan untuk meningkatkan AOV (Average Order Value) harus memposisikan produk mereka di segmen premium, bersamaan dengan strategi edukasi konten yang membantu konsumen memahami nilai "unik" produk tersebut.

Langkah 2 – Ruang Pertumbuhan Baru: Anti Rambut Rontok

Segmen Anti Rambut Rontok saat ini menjadi "topik hangat" di platform e-commerce (Shopee, Lazada, TikTok Shop).

Data aktual:

  • Lima merek terkemuka semuanya berasal dari dalam negeri: Nguyen Xuan, Giot Lanh, Cocoon, Nam Nung, Pura d'or.
  • Giọt Lành meningkatkan pangsa pasarnya sebesar 2,5% hanya dalam satu tahun, mencapai total 3,2% dan melampaui banyak pesaing utama.
  • Merek ini memiliki jangkauan yang luas, dari pasar umum hingga super premium, sehingga memungkinkan untuk menjangkau beragam segmen pelanggan dan mengoptimalkan biaya pemasaran.

Analisis ahli:

Keberhasilan Giọt Lành disebabkan oleh:

  • Memahami maksud Demand Space dengan benar: “Saya menginginkan produk alami dan aman yang dapat saya gunakan dalam jangka panjang untuk rambut yang lemah.”
  • Kendalikan rantai nilai – mulai dari konten dan saluran penjualan hingga layanan purna jual.
  • Membangun kepercayaan melalui ulasan yang jujur ​​dan pesan "merawat rambut Anda dari akarnya."

Langkah 3 – Strategi Unggul di Ruang Permintaan: L'Oréal Paris di Segmen Perbaikan Kerusakan

Berbeda dengan grup domestik, L'Oréal Paris mendominasi segmen Perbaikan Kerusakan – di mana margin keuntungannya paling tinggi.

Hasil 2024:

  • Pertumbuhan sebesar +2,2% di segmen Super Premium dan +0,6% di segmen Massstige menjadikan total pangsa pasar mencapai 3%.
  • Unggul dalam ekuitas merek dan konversi pelanggan kelas atas berkat posisinya sebagai "ilmu restorasi rambut".

Perlu dicatat:

Masih terdapat kesenjangan pasar di segmen Super Premium, di mana konsumen mencari "lini produk dengan sertifikasi atau teknologi eksklusif."

Inilah "ruang kosong"—area peluang baru bagi merek lokal atau perusahaan rintisan untuk menciptakan produk perawatan rambut khusus (mengikuti tren kecantikan alami dan perawatan rambut organik).

GTG CRM – Sebuah platform yang membantu bisnis mengubah Ruang Permintaan menjadi tindakan nyata.

Analisis Demand Space hanya benar-benar berharga ketika bisnis memiliki alat untuk mengubah wawasan menjadi kampanye yang terukur.

Itulah mengapa merek-merek besar saat ini – mulai dari barang konsumsi cepat habis dan kosmetik hingga makanan & minuman – beralih dari pemasaran manual ke CRM dan otomatisasi yang tersistematisasi.

GTG CRM membantu bisnis mengelola Ruang Permintaan melalui tiga lapisan kompetensi utama:

Mengintegrasikan data pelanggan – Memahami kebutuhan mendasar di balik perilaku.

  • GTG CRM menggabungkan semua data dari Facebook, Zalo, TikTok, situs web, email, dan toko ke dalam satu platform tunggal.
  • Setiap pelanggan "dikemas" sesuai dengan perilaku, sumber, AOV (Average Order Value), dan status pembelian mereka.
  • Bisnis dapat dengan mudah membuat Ruang Permintaan mereka sendiri (misalnya, grup seperti "membeli karena rambut rontok," "membeli karena perawatan pemulihan rambut" ) untuk membuat keputusan yang tepat mengenai produk, harga, dan konten.

Terapkan kampanye yang tepat – Pemasaran berdasarkan perjalanan pelanggan.

  • Landing Page AI: Buat landing page yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik (Anti Rambut Rontok, Perbaikan Kerusakan, dll.) dengan cepat.
  • Alur Kerja Otomatisasi: Kirim urutan email/SMS/Zalo otomatis ke berbagai Demand Space.
  • AI Ad Generator: menyarankan judul dan deskripsi iklan yang sesuai dengan berbagai perilaku pengguna.

Misalnya:

Pelanggan di bagian "Anti-Rambut Rontok" akan menerima konten tentang "Menutrisi rambut dari akar - mengurangi kerontokan rambut hanya dalam 7 hari".

Sementara itu, kelompok "Perbaikan Kerusakan" akan melihat pesan "Rambut sehat dari dalam ke luar – berkat teknologi perbaikan Aminexil™".

Mengukur – Mengoptimalkan – Memprediksi Pertumbuhan

  • Dasbor ROI: Lacak kinerja berdasarkan Ruang Permintaan.
  • Laporan CRM: Mengukur rasio konversi untuk setiap kelompok perilaku.
  • Ramalan AI: memprediksi tren belanja selanjutnya berdasarkan musim dan hari raya.

Oleh karena itu, Demand Space bukan hanya laporan wawasan, tetapi serangkaian tindakan konkret yang membantu mengoptimalkan penjualan, meningkatkan ROI, dan mengurangi pemborosan anggaran.

Kesimpulan: Dari Demand Space ke GTG CRM – Pasangan Strategis untuk Era Baru E-Commerce

Pasar e-commerce dalam waktu dekat tidak lagi menjadi "arena bermain bagi siapa pun yang menawarkan diskon terbesar," melainkan perlombaan untuk melihat siapa yang lebih memahami pelanggan dan merespons lebih cepat.

Analisis Demand Space memberikan kedalaman strategis, sementara GTG CRM memberikan kekuatan operasional dan pengukuran.

Kombinasi ini membantu bisnis:

  • Identifikasi "ruang permintaan" yang tepat untuk meraih kemenangan .
  • Ciptakan “pesan yang tepat” untuk orang yang tepat dengan konten dan penawaran yang tepat .
  • Dan ukurlah “pengembalian investasi yang sebenarnya” (ROI yang tepat).

Ketika strategi dibangun berdasarkan data dan teknologi, pertumbuhan bukan lagi sesuatu yang terjadi secara kebetulan—melainkan hasil dari upaya sistematis.

GTG CRM menyediakan dukungan komprehensif untuk strategi Demand Space dan pertumbuhan e-commerce di masa depan.

Mulai dari landing page, konten, CRM hingga otomatisasi dan pelaporan ROI – semuanya dalam satu platform terpadu.

Optimalkan Operasi Percepat Pertumbuhan Bisnis

Uji Coba GRATIS 14 Hari
Semua Fitur Tersedia
Tanpa Kartu Kredit