Dalam konteks e-commerce yang berkembang pesat di Vietnam, pengelolaan pajak bagi rumah tangga bisnis online semakin diperketat. Pada tanggal 9 Maret, Direktorat Jenderal Pajak mengadakan konferensi pers khusus untuk mengumumkan peraturan baru berdasarkan Dekrit Pemerintah No. 68/2026/ND-CP dan Surat Edaran Kementerian Keuangan No. 18/2026/TT-BTC. Ini adalah perubahan penting yang harus dipahami oleh setiap rumah tangga bisnis di platform e-commerce agar mematuhi hukum yang berlaku.
Khususnya, salah satu poin yang paling menarik adalah peraturan wajib menerbitkan faktur elektronik bagi rumah tangga bisnis dengan omzet 1 miliar VND atau lebih per tahun. Hal ini menandai langkah transformasi penting dalam transparansi operasi bisnis online dan memastikan hak-hak konsumen.
Peraturan baru tentang ambang batas omzet dan pelaporan pajak
Dekrit 68/2026/ND-CP telah secara jelas membagi tingkat omzet dan kewajiban pajak yang sesuai. Untuk rumah tangga bisnis dengan omzet di bawah 500 juta VND per tahun, mereka perlu menginformasikan omzet aktual dan melaporkan pajak sesuai formulir 01/TKN-CNKD, yang dikirimkan ke otoritas pajak paling lambat pada tanggal 31 Januari tahun berikutnya.
Ibu Pham Thi Minh Hien, Wakil Kepala Departemen Kebijakan Pajak Internasional di Direktorat Jenderal Pajak, menekankan poin baru dalam dekrit ini adalah keharusan bagi rumah tangga bisnis untuk memberitahukan nomor rekening bank atau nomor dompet elektronik mereka kepada otoritas pajak. Hal ini memungkinkan otoritas pajak untuk memantau arus kas dengan lebih ketat.
Bagi kelompok rumah tangga bisnis dengan omzet dari lebih dari 500 juta VND hingga 3 miliar VND per tahun, mereka dapat memilih untuk menerapkan metode penghitungan pajak penghasilan pribadi berdasarkan persentase dari omzet, melakukan pelaporan dan pembayaran pajak secara triwulanan. Sementara itu, mereka yang memiliki omzet di atas 3 miliar VND atau memilih untuk menghitung pajak berdasarkan pendapatan aktual akan harus melakukan pelaporan yang lebih kompleks, dengan pembayaran pajak sementara bulanan atau triwulanan tergantung pada skala omzet.
Kewajiban menerbitkan faktur elektronik dengan ambang batas 1 miliar VND
Menurut peraturan baru, rumah tangga bisnis dengan omzet yang dikenakan pajak pertambahan nilai sebesar 1 miliar VND atau lebih per tahun wajib menerapkan faktur elektronik. Ini adalah kewajiban hukum yang tidak dapat diabaikan, untuk memastikan transparansi dalam transaksi komersial dan melindungi hak-hak konsumen.
Untuk rumah tangga bisnis dengan banyak lokasi, penerbitan faktur akan menggunakan nomor identifikasi pajak yang sama tetapi harus mencantumkan alamat masing-masing unit bisnis pada faktur. Hal ini membantu menghindari kebingungan dan memastikan akurasi dalam pelaporan pajak.
Kasus khusus yang perlu diperhatikan adalah rumah tangga yang baru memulai operasi atau rumah tangga dengan omzet tahun sebelumnya di bawah 1 miliar VND tetapi dalam tahun berjalan menghasilkan omzet mencapai 1 miliar VND atau lebih. Rumah tangga ini harus mendaftar untuk menggunakan faktur elektronik dalam waktu 30 hari sejak tanggal terakhir periode perhitungan pajak dengan akumulasi omzet mencapai ambang batas ini.
Otoritas pajak juga sedang meneliti mekanisme khusus untuk menerapkan faktur bagi rumah tangga bisnis di pasar tradisional dengan omzet di atas 1 miliar VND. Tujuannya adalah untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan faktur namun tetap sesuai dengan karakteristik transaksi di area ini.
Mekanisme pendelegasian penerbitan faktur untuk platform e-commerce
Salah satu masalah yang menjadi perhatian banyak rumah tangga bisnis online adalah pendelegasian penerbitan faktur kepada platform e-commerce. Menurut Surat Edaran No. 32/2025/TT-BTC, rumah tangga bisnis sepenuhnya dapat mendelegasikan kepada platform e-commerce untuk menerbitkan faktur atas transaksi penjualan barang dan penyediaan layanan di platform tersebut.
Ketika pendelegasian terjadi, platform e-commerce bertanggung jawab untuk memberitahukan kepada otoritas pajak. Faktur elektronik akan menampilkan informasi lengkap dari kedua belah pihak, termasuk nama, alamat, dan nomor identifikasi pajak dari penjual dan platform e-commerce. Kenyataannya, mekanisme ini telah diterapkan di beberapa platform besar ketika penjual mendelegasikan kepada platform.
Perwakilan Direktorat Jenderal Pajak menegaskan bahwa berdasarkan Dekrit 70 tentang faktur dan bukti, ketika terjadi aktivitas penjualan barang atau penyediaan layanan, penjual harus menerbitkan faktur sesuai dengan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, bagi individu dan rumah tangga bisnis yang menjual barang di platform e-commerce dengan omzet 1 miliar VND atau lebih per tahun, menerbitkan dan mengeluarkan faktur adalah kewajiban yang tidak dapat ditolak.
Saat ini, otoritas pajak bekerja sama erat dengan platform e-commerce dan Kantor Pajak E-commerce untuk menerapkan secara luas mekanisme pendelegasian penerbitan faktur. Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan maksimal bagi penjual dalam mematuhi peraturan faktur dan bukti saat berbisnis di platform e-commerce.
Arah di masa depan
Otoritas pengatur sedang menyusun draf amandemen Dekrit tentang faktur dan bukti, termasuk ketentuan tentang faktur gabungan dan kasus-kasus di mana faktur tidak perlu diterbitkan. Hal ini bertujuan untuk mengatasi kendala praktis dan menciptakan kerangka hukum yang lebih sesuai dengan karakteristik masing-masing jenis bisnis.
Pengetatan pengelolaan pajak dan kewajiban menerbitkan faktur elektronik tidak hanya membantu Negara mengelola pendapatan secara lebih efektif tetapi juga menciptakan lingkungan bisnis yang transparan dan adil bagi semua rumah tangga bisnis. Konsumen juga lebih terlindungi hak-haknya ketika memiliki faktur dan bukti lengkap untuk setiap transaksi jual beli.
Bagi rumah tangga bisnis di platform e-commerce, memahami dan mematuhi peraturan baru tidak hanya merupakan kewajiban hukum tetapi juga cara untuk membangun kredibilitas dan berkembang secara berkelanjutan dalam lingkungan persaingan e-commerce yang semakin ketat.
Ubah apa yang baru saja Anda baca menjadi hasil nyata — terapkan sekarang dengan GTG CRM, gratis.
Terapkan sekarang