Saat mengajukan SPT Pajak Penghasilan Perusahaan, mengidentifikasi dengan benar pengeluaran yang dapat dikurangkan dan yang tidak dapat dikurangkan sangatlah penting. Hal ini tidak hanya membantu bisnis mengoptimalkan pajak mereka secara legal, tetapi juga menghindari risiko yang terkait dengan audit dan inspeksi pajak. Selain itu, sistem faktur elektronik memainkan peran kunci dalam membuktikan keabsahan pengeluaran tersebut.
Artikel ini akan membantu Anda memahami jenis-jenis pengeluaran yang dapat dikurangkan saat menghitung pajak penghasilan perusahaan, serta bagaimana GTG CRM mendukung bisnis dalam mengelola faktur dan dokumen secara efektif.
Prinsip dasar pengeluaran yang dapat dikurangkan
Berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Perusahaan yang berlaku saat ini, pengeluaran yang dapat dikurangkan dalam menentukan penghasilan kena pajak harus memenuhi kondisi berikut:
Syarat-syarat untuk pengeluaran yang dapat dikurangkan
- Biaya aktual yang dikeluarkan terkait dengan operasional bisnis.
- Semua faktur dan dokumen hukum tersedia sesuai kebutuhan.
- Biaya tersebut tidak termasuk dalam daftar biaya yang tidak dapat dikurangkan sebagaimana diatur dalam undang-undang.
- Nilai barang dan jasa telah dicatat secara akurat dan lengkap.
- Terdokumentasi lengkap dalam catatan akuntansi dan pajak.
Jenis-jenis pengeluaran yang dapat dikurangkan secara umum
1. Biaya bahan baku dan barang
- Biaya pembelian bahan baku langsung untuk produksi.
- Biaya pembelian barang untuk dijual kembali
- Biaya bahan, peralatan, dan perlengkapan
Catatan: Faktur PPN masukan lengkap dan dokumen pembayaran diperlukan.
2. Biaya tenaga kerja
- Gaji, upah, dan tunjangan
- Asuransi sosial, asuransi kesehatan, asuransi pengangguran (kontribusi pemberi kerja)
- Asuransi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
- Dana serikat pekerja (sesuai rasio yang ditentukan)
3. Beban penyusutan aset tetap
- Aset tetap berwujud (pabrik, mesin, peralatan, dll.)
- Aset tetap tak berwujud (perangkat lunak, hak cipta, dll.)
- Penyusutan harus dihitung sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4. Biaya layanan yang dialihdayakan
- Biaya sewa kantor dan pabrik
- Biaya konsultasi, audit, dan hukum.
- Biaya pengiriman dan pengantaran
- Biaya iklan dan pemasaran (dalam batas yang diizinkan)
5. Harga pokok penjualan
- Biaya pengangkutan dan penyimpanan barang
- Biaya pengemasan dan pengepakan
- Biaya komisi, diskon perdagangan
- Biaya promosi dan periklanan (sesuai persentase yang ditentukan)
6. Biaya manajemen bisnis
- Alat tulis, utilitas, telepon
- Biaya perbaikan dan pemeliharaan aset
- Biaya asuransi properti
- Biaya pelatihan karyawan
7. Beban bunga
- Suku bunga pinjaman untuk keperluan produksi dan bisnis.
- Batasan: Suku bunga tidak boleh melebihi 150% dari suku bunga pasar (jika pinjaman tidak dijamin atau dari pihak terkait).
Biaya yang TIDAK dapat dikurangkan
1. Pengeluaran tanpa faktur atau dokumen pendukung yang sah.
- Faktur tersebut tidak mencantumkan nama perusahaan dan nomor identifikasi pajak yang benar.
- Faktur tersebut tidak memiliki tanda tangan dan tidak ada stempel.
- Faktur dari bisnis yang tidak aktif dan tidak membayar pajak.
2. Biaya denda administratif
- Denda pelanggaran lalu lintas
- Sanksi untuk pelanggaran pajak dan keterlambatan pembayaran pajak.
- Sanksi untuk pelanggaran lingkungan, pelanggaran konstruksi, dll.
3. Biaya yang tidak terkait dengan produksi dan aktivitas bisnis.
- Pengeluaran pribadi pemilik usaha
- Pengeluaran untuk kegiatan amal (kecuali pengeluaran yang dapat dikurangkan sesuai peraturan)
- Biaya pembelian aset pribadi
4. Pengeluaran berlebih untuk hadiah dan hiburan.
- Biaya hiburan melebihi batas yang diizinkan (10 juta VND/acara).
- Biaya hadiah dan bingkai foto tidak tercantum secara rinci.
5. Biaya kontingensi tidak valid
- Ketentuan untuk penurunan nilai persediaan (tidak termasuk industri tertentu)
- Cadangan piutang tak tertagih (tidak termasuk lembaga kredit)
6. Biaya lainnya
- Pajak penghasilan perusahaan, pajak penghasilan pribadi (bagian yang dibayarkan atas nama karyawan)
- Bunga atas modal pinjaman tidak didukung oleh ekuitas (melebihi rasio yang diizinkan).
- Biaya yang timbul dari transaksi ilegal
Pedoman untuk menentukan pengeluaran yang wajar saat melaporkan pajak.
Langkah 1: Klasifikasikan biaya berdasarkan sifatnya.
Bagilah pengeluaran ke dalam beberapa kelompok:
- Biaya produksi langsung
- Harga pokok penjualan
- Biaya manajemen bisnis
- Biaya lainnya
Langkah 2: Verifikasi keabsahan dokumen.
Daftar periksa:
- ✅ Faktur PPN yang sah tersedia
- ✅ Dokumen pembayaran tersedia (transfer bank, cek, dll.)
- ✅ Kami memiliki kontrak ekonomi (untuk transaksi besar)
- ✅ Laporan likuidasi dan penerimaan tersedia (jika diperlukan).
- ✅ Informasi pada dokumen sesuai dengan bisnis tersebut.
Langkah 3: Bandingkan dengan batas biaya yang diizinkan.
Beberapa pengeluaran memiliki batasan maksimal yang dapat dikurangkan dari pajak:
- Biaya iklan: Tidak melebihi 15% dari total biaya yang dapat dikurangkan.
- Biaya promosi: Tidak melebihi 15% dari total biaya yang dapat dikurangkan.
- Biaya hiburan: Daftar diperlukan, dan pengeluaran tidak boleh melebihi jumlah yang wajar.
- Suku bunga: Tidak melebihi 150% dari suku bunga pasar (untuk pinjaman tanpa jaminan)
Langkah 4: Merekam dan mengarsipkan dokumen
- Urutkan dokumen berdasarkan tanggal penerbitan.
- Berikan nomor seri dan catat detailnya.
- Pengarsipan lengkap sesuai persyaratan (minimal 10 tahun)
- Bersiaplah untuk inspeksi dan audit.
Langkah 5: Deklarasi dan penyelesaian pajak
- Isikan semua pengeluaran pada formulir pajak penghasilan perusahaan.
- Bandingkan dengan catatan akuntansi.
- Menyusun laporan keuangan lengkap.
- Kirimkan laporan pajak Anda tepat waktu.
💡 Manfaat manajemen biaya yang efektif
- ✅ Optimalkan kepatuhan pajak secara legal: Minimalkan pajak yang harus dibayar secara transparan.
- ✅ Hindari risiko hukum: Tidak ada sanksi selama audit atau inspeksi pajak.
- ✅ Manajemen keuangan yang efektif: Pahami struktur biaya Anda dan optimalkan keuntungan.
- ✅ Meningkatkan reputasi bisnis: Memastikan kepatuhan terhadap peraturan hukum.
- ✅ Akses mudah ke pinjaman dan kemitraan: Sistem dokumentasi yang transparan dan lengkap.
Catatan penting saat melaporkan pengeluaran
Berhati-hatilah dengan faktur elektronik.
- Periksa status faktur di portal pajak sebelum mencatat transaksi.
- Hanya menerima faktur dari bisnis yang saat ini beroperasi.
- Lakukan pengecekan secara berkala dengan pemasok.
Pembayaran tanpa uang tunai
- Transfer bank lebih disukai untuk transaksi besar (di atas 20 juta VND).
- Simpan bukti transfer beserta faktur.
- Cantumkan detail pembayaran dengan jelas pada surat perintah transfer.
Kontrak ekonomi
- Transaksi besar (mulai dari 50 juta VND atau lebih) harus disertai kontrak.
- Kontrak harus ditandatangani sebelum biaya apa pun dikeluarkan.
- Isi kontrak harus sesuai dengan faktur dan dokumen pembayaran.
GTG CRM - Solusi manajemen faktur elektronik otomatis
Untuk membantu bisnis mengelola faktur dan dokumen secara efisien, GTG CRM menawarkan fitur pembuatan faktur elektronik otomatis yang terintegrasi:
Fitur utama:
- 🧾 Pembuatan Faktur Otomatis: Secara otomatis membuat faktur elektronik setelah pesanan selesai.
- 📊 Manajemen terpusat: Simpan semua faktur keluar dalam satu sistem.
- 🔗 Integrasi dengan penyedia faktur: Terhubung dengan Sinvoice dan MISA untuk menerbitkan faktur elektronik yang sesuai dengan hukum.
- 🔗 Terhubung ke perangkat lunak akuntansi: Sinkronkan data faktur dengan mudah ke perangkat lunak akuntansi.
- 📱 Kirim faktur secara instan: Kirim faktur ke pelanggan secara otomatis melalui email/SMS.
- 🔍 Pencarian cepat: Cari faktur berdasarkan berbagai kriteria
Terhubunglah dengan penyedia faktur elektronik.
GTG CRM mendukung koneksi langsung dengan:
Faktur
- Secara otomatis mengirimkan data pesanan ke Faktur setelah penjualan selesai.
- Menerbitkan faktur elektronik yang sah secara hukum sesuai dengan peraturan Direktorat Jenderal Pajak.
- Menerima kode faktur secara otomatis dan menandatangani faktur secara digital.
- Sinkronkan status faktur (diterbitkan, dibatalkan, dll.)
MISA
- Terintegrasi dengan sistem faktur elektronik MISA.
- Terbitkan faktur PPN dan faktur penjualan langsung dari GTG CRM.
- Memperbarui status faktur secara otomatis dari MISA ke sistem.
- Mendukung pencarian dan rekonsiliasi faktur yang mudah.
Manfaat bagi bisnis:
- Hemat waktu dalam pemrosesan faktur manual.
- Minimalkan kesalahan dalam proses pembuatan faktur.
- Pastikan kepatuhan terhadap peraturan terkait faktur elektronik.
- Mendukung prosedur deklarasi pajak yang akurat dan transparan.
- Faktur yang sah secara hukum dan diakui oleh Direktorat Jenderal Pajak.
- Seluruh proses, dari penjualan hingga pembuatan faktur, sepenuhnya otomatis.
Catatan penting: GTG CRM adalah sistem manajemen hubungan pelanggan dan penjualan, bukan alat pengajuan pajak . Namun, pengelolaan faktur yang otomatis dan akurat melalui koneksi dengan penyedia faktur terkemuka seperti Sinvoice dan MISA akan membantu bisnis memiliki data masukan yang andal dan sah untuk keperluan akuntansi dan pengajuan pajak di kemudian hari.
Menyimpulkan
Memahami pengeluaran yang dapat dikurangkan dan yang tidak dapat dikurangkan saat mengajukan SPT Pajak Penghasilan Perusahaan sangat penting bagi bisnis untuk mengoptimalkan kepatuhan pajak secara legal dan menghindari risiko. Dikombinasikan dengan sistem manajemen faktur otomatis seperti GTG CRM – yang terintegrasi dengan penyedia faktur elektronik terkemuka (Sinvoice, MISA) – bisnis akan memiliki basis data yang akurat, transparan, dan sesuai hukum untuk keperluan akuntansi dan pajak.