Dalam aktivitas bisnis sehari-hari, banyak pemilik usaha mengalami situasi di mana mereka telah membayar PPh tetapi kemudian menyadari bahwa jumlah pajak yang dibayarkan lebih tinggi dari yang seharusnya. Jadi, dalam kasus ini, apakah pemilik usaha berhak mendapatkan kembali jumlah pajak yang telah dibayar berlebihan? Ini adalah pertanyaan umum bagi banyak pemilik toko dan usaha kecil saat ini.

Artikel di bawah ini akan mengklarifikasi peraturan perundang-undangan tentang pengembalian PPh, membantu Anda memahami hak-hak Anda, mengikuti prosedur yang benar, dan menghindari risiko yang tidak perlu.

Pengembalian PPh - Konsep yang perlu diketahui

Pengembalian PPh adalah proses di mana otoritas pajak mengembalikan kepada pembayar pajak jumlah PPh yang dibayar melebihi kewajiban sebenarnya, ketika pembayar pajak memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh hukum. Menurut Undang-Undang Pajak Penghasilan, jumlah yang dikembalikan akan ditentukan berdasarkan selisih antara pajak yang dibayar sementara dan pajak yang sebenarnya harus dibayar setelah pelunasan.

Ini adalah hak hukum yang dinikmati oleh pelaku usaha, yang biasanya terjadi ketika jumlah pajak yang dibayar lebih besar dari jumlah pajak yang harus dibayar atau ketika pendapatan sebenarnya tidak mencapai ambang batas pajak sesuai dengan peraturan.

Peraturan tentang tarif PPh yang berlaku untuk pemilik usaha

Menurut Pasal 10 Resolusi Parlemen No. 198/2025/QH15, mulai 1 Januari 2026, pajak tetap dan biaya lisensi untuk pemilik usaha dan individu yang berbisnis akan dihapuskan. Mulai saat ini, pemilik usaha hanya perlu membayar dua jenis pajak utama: pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN), sambil beralih dari metode pajak tetap ke pelaporan mandiri.

Poin-poin baru penting mengenai pajak pemilik usaha pada tahun 2026

Penyesuaian ambang batas bebas pajak: Jumlah pendapatan yang tidak dikenakan pajak untuk pemilik usaha dan individu yang berbisnis dinaikkan dari VND 200 juta/tahun menjadi VND 500 juta/tahun. Jumlah ini akan dikurangi sebelum pajak dihitung berdasarkan persentase pendapatan.

Ambang batas bebas PPN: Demikian pula, jumlah pendapatan yang tidak dikenakan PPN juga dinaikkan menjadi VND 500 juta/tahun.

Metode perhitungan PPh: Individu dan pemilik usaha akan menghitung pajak berdasarkan laba (laba = pendapatan - biaya)

Untuk pendapatan dari di atas VND 500 juta hingga VND 3 miliar:
- Jika biaya dapat ditentukan: PPh adalah 15% dari laba, setara dengan tarif pajak perusahaan kecil.
- Jika biaya tidak dapat ditentukan: Lanjutkan membayar pajak berdasarkan persentase pendapatan dari 0,5% - 2% tergantung pada industri.

Pemilik usaha berhak memilih metode perhitungan pajak berdasarkan persentase pendapatan atau berdasarkan pendapatan.

Tarif pajak lainnya:
- Pendapatan dari 3 hingga 50 miliar VND: 17%
- Pendapatan di atas 50 miliar VND: 20%

Mengenai PPN pada tahun 2026: Pemilik usaha dan individu yang berbisnis dengan pendapatan tahunan di atas VND 500 juta akan membayar PPN berdasarkan metode perhitungan langsung atas pendapatan dengan persentase sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 2024.

Dalam situasi apa pemilik usaha berhak mendapatkan pengembalian PPh?

Tidak semua pemilik usaha berhak mendapatkan pengembalian PPh. Hak ini hanya berlaku jika pemilik usaha telah membayar pajak melebihi jumlah yang ditentukan.

Menurut peraturan yang berlaku mulai 1 Juli 2025, pemilik usaha berhak mendapatkan pengembalian pajak dalam dua kasus khusus berikut:

Kasus pertama: Bisnis di platform e-commerce dengan pemotongan pajak

Jika Anda menjual barang di platform e-commerce yang memiliki fungsi pembayaran dan platform tersebut telah memotong, melaporkan, dan membayar pajak atas nama Anda, tetapi:

  • Total pendapatan dalam setahun tidak melebihi 100 juta VND
  • Atau tidak melebihi 200 juta VND (berlaku mulai tahun 2026)

Dalam kasus ini, Anda berhak mengajukan prosedur pengembalian jumlah pajak yang dibayar berlebihan setelah platform e-commerce telah menyelesaikan kewajiban pelaporan dan pembayaran pajak atas nama Anda.

Kasus kedua: Bisnis di platform tanpa fungsi pembayaran

Jika Anda berbisnis di platform e-commerce yang tidak memiliki fungsi pembayaran, melaporkan dan membayar PPN, PPh sendiri untuk transaksi dalam setahun, tetapi:

  • Total pendapatan dalam setahun tidak melebihi 100 juta VND
  • Atau tidak melebihi 200 juta VND (berlaku mulai tahun 2026)

Anda juga berhak mengajukan prosedur pengembalian pajak untuk jumlah pajak yang dibayar berlebihan.

Kesimpulan: Mulai 1 Juli 2025, pemilik usaha hanya berhak mendapatkan pengembalian pajak jika pendapatan belum mencapai ambang batas kena pajak tetapi telah membayar pajak dalam setahun. kasus pengembalian pajak

Dokumen dan prosedur pengembalian PPh untuk pemilik usaha e-commerce

Prosedur pengembalian pajak untuk pemilik usaha di platform e-commerce diatur secara rinci dalam Pasal 10 Keputusan Pemerintah No. 117/2025/ND-CP, berlaku mulai 1 Juli 2025:

Persyaratan untuk pengembalian pajak

Pemilik usaha dan individu yang telah dipotong pajaknya (oleh platform e-commerce) atau telah membayar pajak sendiri (pemilik usaha dan individu yang berbisnis di platform e-commerce tanpa fungsi pembayaran) tetapi memiliki pendapatan tahunan dari seluruh aktivitas bisnis yang termasuk dalam kategori objek pajak yang tidak dikenakan PPN dan PPh, berhak mengajukan prosedur pengembalian pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang administrasi perpajakan untuk jumlah pajak yang dibayar berlebihan.

Dokumen yang perlu disiapkan

Dokumen permintaan pengembalian pajak dari pemilik usaha dan individu yang memiliki aktivitas bisnis di platform e-commerce (sesuai dengan Formulir 03/CNKD-TMĐT) yang diterbitkan bersama dengan Keputusan Pemerintah No. 117/2025/ND-CP.

Tempat mengajukan dokumen

Kantor pajak yang mengelola wilayah tempat pemilik usaha dan individu bertempat tinggal (tempat tinggal saat ini/sementara/tetap). prosedur pengembalian pajak

Poin-poin yang perlu diperhatikan saat mengajukan prosedur pengembalian PPh

Untuk menghindari penolakan dokumen atau keterlambatan pemrosesan, pemilik usaha perlu memperhatikan poin-poin berikut:

Periksa dengan cermat jumlah pajak yang dibayar: Bandingkan dengan hati-hati jumlah PPh yang telah dipotong atau dibayar sendiri dalam setahun dengan data pada sistem kantor pajak untuk memastikan tidak ada selisih.

Simpan semua bukti pemotongan pajak: Bukti pemotongan pajak dan tanda terima pembayaran pajak adalah dasar penting bagi kantor pajak untuk mempertimbangkan pengembalian pajak, oleh karena itu harus disimpan lengkap dan sesuai.

Laporkan pendapatan yang sebenarnya: Pendapatan yang dilaporkan harus mencerminkan secara akurat aktivitas bisnis yang sebenarnya. Melaporkan pendapatan yang salah atau tidak lengkap dapat menyebabkan dokumen pengembalian pajak diperiksa ulang atau ditolak.

Informasi pribadi cocok dengan kantor pajak: Informasi seperti nomor pokok wajib pajak, nomor KTP, nomor rekening bank untuk menerima pengembalian dana harus akurat dan konsisten dengan data yang terdaftar di kantor pajak.

Beberapa pertanyaan yang sering diajukan

Dalam situasi apa pemilik usaha dibebaskan dari PPh?

Pemilik usaha dan individu yang berbisnis dengan pendapatan dari aktivitas produksi dan bisnis dalam tahun kalender tidak melebihi VND 500 juta termasuk dalam kasus yang tidak dikenakan PPh sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berapa lama saya akan menerima pengembalian pajak?

  • Untuk dokumen yang memenuhi syarat pengembalian PPh terlebih dahulu: Paling lambat 06 hari kerja sejak dokumen lengkap dan sah
  • Untuk dokumen yang memerlukan pemeriksaan sebelum pengembalian PPh: Paling lambat 40 hari kerja sejak dokumen lengkap dan sah

Berapa ambang batas PPh bebas pajak untuk pemilik usaha?

Mulai tahun 2026, ambang batas pendapatan bebas PPh dan PPN disesuaikan dari 100 juta menjadi 500 juta VND/tahun. Meskipun bebas PPN dan PPh, pemilik usaha dan individu yang berbisnis dengan pendapatan di bawah 500 juta tetap memiliki kewajiban untuk melaporkan pajak dan mengajukan dokumen pajak tepat waktu sesuai dengan peraturan.

Kesimpulan

Pengembalian PPh adalah hak hukum pemilik usaha ketika mereka telah membayar pajak melebihi kewajiban sebenarnya. Namun, tidak semua kasus berhak mendapatkan pengembalian pajak, tetapi harus memenuhi persyaratan yang ditentukan, terutama mengenai ambang batas pendapatan. Memahami peraturan, menyiapkan dokumen lengkap, dan melaporkan secara akurat akan membantu Anda mewujudkan hak ini dengan cepat dan efektif.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam pelaporan pajak, pengelolaan faktur elektronik, cobalah GTG CRM - perangkat lunak manajemen penjualan multi-channel yang dilengkapi dengan fungsi manajemen faktur dan mendukung pelaporan pajak yang lebih mudah dan akurat untuk pemilik usaha.

Ubah apa yang baru saja Anda baca menjadi hasil nyata — terapkan sekarang dengan GTG CRM, gratis.

Terapkan Sekarang