Chanie Nguyen
532 penayangan
Daftar Isi
Untuk membangun saluran penjualan terpisah di luar platform e-commerce, penjual membutuhkan peta jalan yang jelas daripada mencoba mengimplementasikan semuanya sekaligus. Peta jalan tiga langkah yang logis adalah: mulai dengan situs web khusus untuk menciptakan kehadiran independen, kemudian membangun halaman arahan (landing page) untuk kampanye tertentu, dan akhirnya terhubung ke CRM untuk memelihara dan mengelola data pelanggan. Setelah fondasi yang kuat terbentuk, penjual kemudian harus berekspansi ke pemasaran email dan otomatisasi untuk mengoptimalkan operasi jangka panjang.

Banyak penjual online yang sukses di platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, atau TikTok Shop. Penjualan stabil, pesanan teratur, dan semuanya tampak berjalan sesuai rencana. Namun, ketika melihat gambaran yang lebih besar, banyak yang mulai menyadari bahwa mereka menjadi terlalu bergantung pada platform pihak ketiga.
Kebijakan berubah, biaya meningkat, algoritma berubah, lalu lintas tiba-tiba menurun. Semua faktor ini berada di luar kendali penjual. Dan yang lebih penting, data pelanggan, aset paling berharga dari toko online mana pun, sebenarnya tidak sepenuhnya menjadi milik mereka.
Banyak penjual menyadari hal ini dan mulai berpikir untuk membangun sistem penjualan mereka sendiri. Tetapi ketika mereka mulai, mereka sering kewalahan oleh banyaknya hal yang harus diimplementasikan: situs web, halaman arahan, CRM, pemasaran email, otomatisasi, periklanan, analisis data. Kemudian mereka menyerah di tengah jalan, atau melakukan hal-hal secara sembarangan tanpa fokus, membuang waktu dan uang.
Pada kenyataannya, membangun saluran penjualan terpisah di luar platform e-commerce bukan berarti melakukan semuanya sekaligus, juga bukan berarti meninggalkan platform tersebut sepenuhnya. Yang dibutuhkan penjual adalah peta jalan yang jelas dan langkah demi langkah, dengan memprioritaskan tugas berdasarkan logika bisnis yang praktis.
Saat memutuskan untuk membangun saluran penjualan mereka sendiri, banyak penjual secara alami memikirkan sistem yang lengkap: situs web yang menarik, CRM berkualitas tinggi, pemasaran email otomatis, chatbot, dan aplikasi seluler. Daftar tersebut terus bertambah panjang, dan tekanan terus meningkat.
Akibatnya, para penjual tidak tahu harus mulai dari mana. Mereka menyewa seseorang untuk membangun situs web tetapi tidak memiliki tujuan yang jelas, membeli CRM tetapi tidak memiliki pelanggan untuk dikelola, menyiapkan pemasaran email tetapi tidak memiliki daftar penerima. Semuanya diimplementasikan secara sembarangan, tanpa hubungan logis, dan pada akhirnya tidak menghasilkan hasil yang diharapkan.
Salah satu alasan utama mengapa penjual mengalami kesulitan adalah kurangnya pemahaman tentang prioritas. Mereka tidak menyadari bahwa sebelum memikirkan layanan pelanggan otomatis, mereka perlu mendapatkan pelanggan terlebih dahulu. Sebelum mendapatkan pelanggan, mereka membutuhkan tempat untuk mengumpulkan informasi pelanggan. Dan sebelum mengumpulkan informasi, mereka membutuhkan tempat bagi pelanggan untuk mempelajari tentang produk dan merek.
Situs web, halaman arahan (landing page), CRM, pemasaran email, dan otomatisasi bukanlah alat yang dapat saling menggantikan. Semua itu merupakan lapisan-lapisan yang saling terhubung dalam sebuah sistem. Tanpa lapisan dasar, lapisan-lapisan di atasnya tidak dapat berfungsi secara efektif.
Banyak penjual percaya bahwa untuk memiliki saluran penjualan yang berfungsi penuh, mereka harus menginvestasikan banyak uang dan waktu di awal. Mereka mendengar tentang sistem CRM yang kompleks, kampanye pemasaran email yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk dibangun, dan proses otomatisasi yang sangat teknis.
Sebenarnya, jika mengikuti jalur yang benar, penjual dapat memulai dengan langkah-langkah sederhana dan biaya yang wajar. Yang penting adalah memahami posisi Anda saat ini, apa yang perlu diprioritaskan, dan secara bertahap membangun setiap lapisan dengan cara yang solid.
Alih-alih mencoba melakukan semuanya sekaligus, penjual sebaiknya berpikir untuk membangun sistem secara berlapis. Setiap lapisan memiliki tujuan yang jelas dan berfungsi sebagai fondasi untuk lapisan berikutnya.
Lapisan pertama adalah kehadiran pribadi Anda. Di sinilah pelanggan dapat mempelajari tentang merek dan produk Anda tanpa dibatasi oleh antarmuka dan kebijakan platform e-commerce. Situs web khusus untuk penjual adalah solusi untuk lapisan ini.
Lapisan kedua adalah tempat konversi diselesaikan untuk kampanye tertentu. Ketika penjual memiliki situs web umum, membuat halaman yang berfokus pada produk atau promosi tertentu akan membantu meningkatkan rasio konversi. Landing page untuk penjual memainkan peran ini.
Lapisan ketiga adalah sistem untuk menyimpan dan mengelola data pelanggan. Setelah Anda memiliki pengunjung dan mereka meninggalkan informasi mereka, menyimpan dan mengatur data ini secara ilmiah sangat penting untuk penjualan kembali dan perawatan pelanggan jangka panjang. Di sinilah CRM untuk e-commerce menjadi sangat penting.
Setelah ketiga lapisan dasar ini mapan, penjual baru harus memperluas ke alat optimasi seperti pemasaran email untuk penjual online dan otomatisasi untuk penjualan online.
Satu hal penting yang perlu diklarifikasi: membangun saluran penjualan sendiri bukan berarti langsung meninggalkan platform e-commerce. Platform masih merupakan sumber trafik dan penjualan yang baik, terutama pada tahap awal ketika sistem Anda sendiri masih dalam pengembangan.
Pendekatan yang tepat adalah terus menjual di bursa untuk mempertahankan arus kas sambil secara bertahap membangun saluran Anda sendiri. Setelah saluran Anda sendiri cukup kuat, penjual dapat lebih proaktif dalam mengalokasikan sumber daya dan secara bertahap mengurangi ketergantungan mereka pada bursa.
Salah satu alasan terbesar untuk membangun saluran penjualan pribadi adalah untuk mempertahankan data pelanggan. Di platform e-commerce, penjual tidak memiliki informasi pelanggan. Setiap kali mereka melakukan penjualan, mereka harus mulai dari awal, tergantung pada lalu lintas yang dihasilkan platform tersebut.
Dengan sistem khusus, setiap kali pelanggan meninggalkan informasi mereka, penjual sedang membangun aset yang berharga. Aset ini dapat digunakan untuk menjalin kembali hubungan, membina hubungan, dan menjual kepada pelanggan berkali-kali di masa mendatang tanpa mengeluarkan biaya iklan yang sama seperti pembelian awal.
Situs web penjualan adalah platform pertama dalam peta jalan untuk membangun saluran penjualan terpisah di luar marketplace. Di sinilah penjual menciptakan kehadiran independen, di mana pelanggan dapat mempelajari tentang merek, melihat semua produk, dan memahami cerita yang ingin disampaikan penjual.
Berbeda dengan toko online yang dibatasi oleh template dan kebijakan umum, situs web pribadi memungkinkan penjual untuk menampilkan identitas merek mereka, menata produk sesuai keinginan mereka, dan membangun kepercayaan dengan pelanggan dengan cara yang sepenuhnya berada di bawah kendali mereka.
Selain itu, sebuah situs web berfungsi sebagai tujuan utama bagi penjual saat menjalankan iklan atau berbagi konten di media sosial. Alih-alih mengarahkan lalu lintas ke toko di platform e-commerce, di mana pelanggan mungkin dialihkan ke pesaing lain, sebuah situs web membantu penjual mempertahankan pelanggan dalam ekosistem mereka sendiri.
Website tidak perlu terlalu rumit pada tahap awal. Penjual harus fokus pada elemen inti: halaman beranda yang memberikan gambaran umum, halaman produk dengan deskripsi dan gambar yang jelas, halaman pengenalan merek, halaman kontak, dan kebijakan penjualan.
Sangat penting agar situs web mudah dinavigasi, memuat dengan cepat, tampil dengan baik di perangkat seluler, dan memiliki saluran kontak yang jelas. Pelanggan perlu merasa aman saat membeli dari situs web baru, jadi faktor-faktor yang membangun kepercayaan seperti ulasan pelanggan, kebijakan pengembalian, dan informasi kontak yang transparan sangat penting.
Pada tahap awal peluncuran situs web baru, penjual harus memantau metrik-metrik penting seperti:
Metrik ini membantu penjual memahami apakah pelanggan tertarik dengan konten tersebut, halaman mana yang perlu diperbaiki, dan apakah situs web tersebut berfungsi sebagai platform pemasaran yang efektif.
Secara keseluruhan, situs web sangat bagus untuk memamerkan merek dan semua produknya. Tetapi ketika penjual menjalankan kampanye khusus, seperti penjualan kilat akhir pekan atau peluncuran produk baru, mengarahkan pelanggan ke halaman beranda umum akan mengurangi tingkat konversi.
Landing page untuk penjual adalah solusi untuk masalah ini. Halaman-halaman ini dirancang dengan satu tujuan utama: untuk mendorong pelanggan melakukan tindakan tertentu, seperti mengisi formulir, mendaftar untuk mendapatkan informasi, atau membeli produk dengan harga diskon.
Landing page yang efektif memiliki konten yang ringkas, gambar yang menarik, ajakan bertindak yang jelas, dan tidak terlalu banyak jalur keluar. Pelanggan yang mengunjungi halaman tersebut akan tahu persis apa yang perlu mereka lakukan selanjutnya.
Para penjual sebaiknya mulai membuat landing page setelah memiliki situs web yang stabil dan telah memulai kampanye pemasaran tertentu. Jika penjual menjalankan iklan Facebook untuk produk baru atau memiliki program diskon khusus, saat itulah landing page terpisah dibutuhkan.
Landing page juga sangat berguna ketika penjual ingin mengumpulkan informasi dari calon pelanggan. Alih-alih meminta pelanggan untuk langsung membeli, penjual dapat membuat landing page untuk menawarkan ebook gratis, voucher, atau materi bermanfaat sebagai imbalan atas informasi kontak.
Setelah halaman arahan diluncurkan, penjual perlu memantau metrik berikut:
Data ini membantu penjual mengoptimalkan halaman arahan (landing page) dan mengalokasikan anggaran iklan dengan lebih efektif.
Meskipun situs web dan halaman arahan membantu penjual menjangkau dan menarik pelanggan, CRM untuk e-commerce adalah alat yang membantu mempertahankan dan membina pelanggan tersebut. CRM menyimpan semua informasi yang telah ditinggalkan pelanggan: nama, nomor telepon, email, produk yang mereka minati, dan riwayat interaksi mereka.
Tanpa CRM, penjual sering menyimpan informasi pelanggan secara terfragmentasi: sebagian di Excel, sebagian di pesan Zalo, dan sebagian di kontak telepon mereka. Hal ini membuat manajemen dan layanan pelanggan menjadi kacau dan tidak efisien.
CRM membantu penjual mengatur data secara ilmiah, mengkategorikan pelanggan berdasarkan kelompok, perilaku, dan tingkat minat. Dari situ, penjual dapat secara proaktif menjangkau kembali pelanggan yang tepat pada waktu yang tepat dengan pesan yang tepat.
Yang lebih penting lagi, CRM membantu penjual menghindari keharusan memulai dari awal setiap kali mereka ingin berjualan. Alih-alih menjalankan iklan setiap kali untuk mencari pelanggan baru, penjual dapat menjual kembali kepada pelanggan setia yang sebelumnya telah membeli dari mereka dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Agar CRM berfungsi secara efektif, CRM perlu terhubung langsung dengan formulir pengumpulan informasi di situs web dan halaman arahan (landing page). Ketika pelanggan mengisi formulir untuk mendaftar konsultasi atau menerima voucher, data tersebut harus secara otomatis ditransfer ke CRM, bukan dimasukkan secara manual.
Integrasi ini menghemat waktu penjual, mengurangi kesalahan, dan memastikan bahwa tidak ada pelanggan potensial yang terlewatkan. Begitu informasi baru tersedia, penjual dapat segera menetapkan proses tindak lanjut.
Setelah memiliki sistem CRM, para penjual harus melacak metrik seperti:
Metrik ini membantu penjual mengevaluasi efektivitas manajemen dan layanan pelanggan mereka, serta menyesuaikan strategi mereka sesuai dengan hasil evaluasi tersebut.
Setelah situs web, halaman arahan (landing page), dan CRM berjalan lancar, penjual akan memiliki data pelanggan yang cukup besar untuk mulai memikirkan pemasaran email. Ini adalah fase ekspansi, bukan fase fondasi.
Pemasaran email untuk penjual online memungkinkan mereka mengirimkan informasi tentang produk baru, promosi, atau konten bermanfaat kepada daftar pelanggan mereka yang sudah ada. Tidak seperti iklan berbayar, di mana Anda membayar per jangkauan, pemasaran email membantu penjual berinteraksi dengan pelanggan tanpa mengeluarkan biaya iklan tambahan.
Namun, pemasaran email hanya efektif jika penjual memiliki daftar email berkualitas yang dikumpulkan dari orang-orang yang benar-benar tertarik pada produk tersebut. Jika daftar tersebut tidak cukup besar atau tidak tersegmentasi dengan jelas, pengiriman email tidak akan memberikan hasil yang diharapkan.
Setelah sistem berjalan lancar dan memiliki volume interaksi pelanggan yang tinggi, penjual akan menyadari bahwa beberapa tugas berulang dapat diotomatisasi. Contohnya termasuk mengirim email selamat datang kepada pelanggan baru, mengirim pengingat untuk keranjang belanja yang ditinggalkan, mengirim penawaran ulang tahun, atau menyediakan layanan pelanggan purna jual.
Otomatisasi untuk penjualan online membantu penjual mengatur proses layanan pelanggan otomatis berdasarkan perilaku dan jangka waktu tertentu. Hal ini menghemat waktu, memastikan tidak ada pelanggan yang terlewatkan, dan menciptakan pengalaman yang konsisten.
Namun, otomatisasi sebaiknya hanya diterapkan ketika penjual memiliki pemahaman yang mendalam tentang perjalanan pelanggan dan memiliki proses layanan pelanggan manual yang berfungsi dengan baik. Otomatisasi yang dilakukan terlalu dini, ketika prosesnya masih belum jelas, tidak akan memberikan hasil yang diinginkan.
Saat menerapkan pemasaran email dan otomatisasi, penjual harus memantau hal-hal berikut:
Metrik ini membantu penjual memahami kampanye mana yang berkinerja baik, konten mana yang menarik bagi pelanggan, dan penyesuaian apa yang diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitasnya.
Selama 30 hari pertama, penjual harus fokus sepenuhnya pada membangun dan menyempurnakan situs web e-commerce mereka. Ini adalah tahap untuk menciptakan fondasi yang paling mendasar.
Minggu 1-2: Rencanakan konten, siapkan gambar produk, tulis deskripsi produk, dan tentukan struktur halaman. Jika Anda sudah memiliki konten dari toko Anda di marketplace, inilah saatnya untuk mengedit dan memperbaruinya agar sesuai dengan situs web Anda sendiri.
Minggu ke-3: Luncurkan situs web, siapkan halaman dasar, dan instal alat pelacakan seperti Google Analytics untuk mengukur lalu lintas.
Minggu ke-4: Uji dan optimalkan kecepatan pemuatan halaman secara menyeluruh, pastikan tampilan yang baik pada perangkat seluler, dan mulai bereksperimen dengan mengarahkan lalu lintas dari saluran yang sudah ada seperti profil Facebook pribadi atau grup pelanggan.
Tujuan di akhir bulan pertama: memiliki situs web yang stabil dan ramah pengguna yang siap menerima pelanggan.
Setelah situs web aktif dan menghasilkan trafik awal, 60 hari berikutnya sangat penting bagi penjual untuk membangun halaman arahan (landing page) untuk kampanye spesifik dan mulai mengumpulkan data pelanggan secara sistematis.
Minggu ke-5-6: Identifikasi produk atau program mana yang membutuhkan halaman arahan (landing page) khusus. Ini bisa berupa produk terlaris, produk baru, atau promosi yang akan datang. Rancang halaman arahan sederhana yang berfokus pada tujuan yang jelas.
Minggu ke-7-8: Jalankan kampanye iklan uji coba kecil yang mengarah ke halaman arahan (landing page), pantau rasio konversi, dan sesuaikan konten atau desain sesuai kebutuhan.
Minggu ke-9-10: Menerapkan CRM dasar, menghubungkan formulir situs web dan halaman arahan ke CRM agar data pelanggan tersimpan secara otomatis. Mulai mengkategorikan pelanggan berdasarkan sumber dan tingkat minat.
Minggu ke-11-12: Bereksperimen dengan proses layanan pelanggan manual. Hubungi atau kirim pesan teks kepada pelanggan yang telah meninggalkan informasi mereka untuk memahami perjalanan mereka dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
Target di akhir bulan kedua: memiliki setidaknya satu landing page yang efektif dan mulai mengumpulkan data pelanggan di CRM.
Setelah 90 hari pertama, penjual memiliki sistem dasar yang sudah berjalan: situs web, halaman arahan (landing page), dan CRM. Inilah saatnya untuk mengoptimalkan dan mempertimbangkan langkah-langkah ekspansi.
Minggu ke-13-16: Analisis data dari tiga bulan pertama. Halaman mana yang memiliki rasio konversi tertinggi? Sumber lalu lintas mana yang paling efektif? Pelanggan mana yang paling mungkin kembali untuk pembelian berulang?
Minggu ke-17 hingga ke-20: Berdasarkan analisis data, optimalkan konten situs web, tingkatkan halaman arahan (landing page), dan perbaiki proses layanan pelanggan.
Minggu ke-21-24: Jika Anda memiliki data pelanggan yang cukup besar dan terkategorisasi dengan baik, Anda dapat mulai bereksperimen dengan pemasaran email dengan kampanye kecil. Kirim informasi berharga atau penawaran khusus kepada kelompok pelanggan tertentu dan pantau respons mereka.
Mulai minggu ke-25 dan seterusnya: Terus optimalkan dan perluas secara bertahap. Jika pemasaran email memberikan hasil yang baik, Anda dapat menyiapkan alur kerja otomatisasi sederhana untuk mengotomatiskan layanan pelanggan.
Tujuan pada akhir bulan ketiga: memiliki sistem operasi yang stabil, data yang jelas tentang kinerja setiap saluran, dan siap untuk berekspansi atau berinvestasi lebih lanjut pada saluran yang efektif.
Seorang penjual memutuskan untuk membangun saluran penjualannya sendiri. Mereka menyewa seseorang untuk membuat situs web, membeli CRM, mendaftar layanan pemasaran email, dan mulai menjalankan kampanye iklan yang agresif. Semua itu dalam waktu dua minggu.
Hasil: Konten situs web tidak dioptimalkan, CRM kekurangan data untuk manajemen, dan kampanye pemasaran email tidak memiliki daftar penerima. Biaya iklan terbuang sia-sia, tetapi optimasi tidak jelas karena hambatan yang tidak diketahui. Setelah dua bulan, penjual merasa kewalahan, tidak yakin apa yang harus difokuskan, dan mulai ragu apakah saluran mereka sendiri benar-benar cocok untuk mereka.
Penjual lain juga memutuskan untuk membangun saluran mereka sendiri, tetapi memulai dengan fokus sepenuhnya pada situs web selama bulan pertama. Mereka dengan cermat mengedit konten, mengoptimalkan gambar, dan mulai mengarahkan lalu lintas dari halaman Facebook pribadi mereka untuk mengujinya.
Setelah memastikan bahwa situs web berfungsi dengan baik, mereka membuat halaman arahan untuk penjualan kilat akhir pekan dan menjalankan kampanye iklan kecil. Mereka baru mulai menggunakan CRM untuk mencatat dan melacak informasi pelanggan setelah pelanggan memberikan data mereka.
Hasil: Setelah 3 bulan, penjual ini memiliki sistem yang sederhana namun efektif. Mereka tahu persis nilai yang diberikan setiap bagian, tahu di mana harus berinvestasi lebih lanjut, dan merasa yakin untuk terus berkembang.
Ibu Lan telah berjualan kosmetik di Shopee selama dua tahun. Penjualan bulanannya sekitar 50-70 juta VND, yang cukup stabil. Namun, ia menyadari bahwa setiap kali Shopee mengubah algoritmanya atau menaikkan biaya, keuntungannya langsung menurun. Lebih penting lagi, ia tidak memiliki cara untuk menghubungi pelanggan yang telah membeli darinya kecuali mereka kembali sendiri.
Dia memutuskan untuk membuat saluran penjualannya sendiri tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Setelah melakukan beberapa riset, dia memilih untuk mengambil pendekatan langkah demi langkah.
Selama bulan pertama, dia fokus membuat situs web untuk memamerkan lini produk utamanya. Dia tidak mencoba membuat situs web yang terlalu rumit, melainkan fokus pada penyajian produk yang menarik, memberikan deskripsi yang jelas, dan menyertakan formulir kontak. Dia mulai membagikan tautan situs web tersebut di halaman Facebook pribadinya dan di grup-grup dengan pelanggan setia.
Pada bulan kedua, ia memperhatikan sebuah produk serum yang menarik banyak minat pelanggan. Ia membuat halaman arahan (landing page) terpisah untuk produk ini dengan penawaran beli dua gratis satu. Ia menjalankan kampanye iklan Facebook kecil yang mengarah ke halaman arahan tersebut dan meminta pelanggan untuk mengisi formulir untuk mendapatkan konsultasi. Hasilnya, dalam dua minggu ia mengumpulkan lebih dari 100 kontak pelanggan potensial.
Pada titik ini, dia mulai menggunakan CRM untuk menyimpan dan mengkategorikan pelanggan-pelanggan ini. Dia membagi mereka ke dalam beberapa kelompok: mereka yang telah membeli, mereka yang tertarik tetapi belum membeli, dan mereka yang membutuhkan tindak lanjut lebih lanjut. Dia secara proaktif menghubungi dan mengirim pesan kepada setiap kelompok di Zalo dengan pesan yang sesuai.
Setelah tiga bulan, dia memiliki daftar lebih dari 300 pelanggan potensial di CRM-nya. Dia mulai mengirim email mingguan yang berisi tips perawatan kulit dan memperkenalkan produk baru. Tingkat pembukaan email awal sekitar 20-25%, dan sekitar 5-7% pelanggan kembali untuk melakukan pembelian setelah setiap kampanye email.
Lan tidak meninggalkan Shopee, tetapi sekarang dia memiliki saluran penjualan terpisah yang beroperasi secara paralel. Ketika pelanggan membeli di Shopee, dia secara proaktif menyertakan kartu ucapan terima kasih dengan tautan situs web dan voucher diskon untuk pembelian mereka berikutnya. Secara bertahap, beberapa pelanggan dari Shopee beralih membeli langsung melalui salurannya sendiri, di mana dia dapat secara proaktif mengelola layanan pelanggan dan menjual kembali tanpa harus berbagi biaya dengan platform tersebut.
Untuk menentukan prioritas selanjutnya, para penjual dapat mengevaluasi diri mereka sendiri berdasarkan pertanyaan-pertanyaan berikut:
Mengenai Situs Web: - Apakah Anda sudah memiliki situs web? - Apakah situs web tersebut tampil dengan baik di perangkat seluler? - Apakah pelanggan mudah menemukan informasi produk dan detail kontak? - Apakah Anda melacak lalu lintas situs web dan perilaku pelanggan?
Mengenai Landing Page: - Apakah Anda sudah memiliki landing page untuk produk atau program tertentu? - Apakah landing page tersebut memiliki tujuan konversi yang jelas? - Apakah Anda mengumpulkan informasi pelanggan melalui formulir?
Terkait CRM: - Di mana Anda menyimpan informasi pelanggan? - Dapatkah Anda dengan mudah mengambil informasi untuk pelanggan tertentu? - Apakah Anda mengkategorikan pelanggan berdasarkan grup atau perilaku? - Apakah Anda secara proaktif menghubungi kembali pelanggan lama?
Mengenai Email dan Otomatisasi: - Apakah Anda memiliki daftar email pelanggan yang cukup besar? - Apakah Anda mengirim email pemasaran secara teratur? - Apakah Anda memiliki proses layanan pelanggan otomatis yang berjalan?
Jika sebagian besar jawaban untuk bagian Situs Web adalah "tidak" atau "belum", itu pertanda Anda harus fokus pada langkah 1. Jika Anda memiliki situs web tetapi tidak memiliki halaman arahan atau belum mengumpulkan data secara sistematis, lanjutkan ke langkah 2. Jika Anda memiliki situs web dan halaman arahan tetapi data pelanggan Anda terfragmentasi, maka saatnya untuk memprioritaskan langkah 3 dengan CRM.
Setelah penjual memahami proses 3 langkah dan bertekad untuk menerapkannya, pertanyaan selanjutnya adalah: alat apa yang harus mereka gunakan?
Salah satu tantangan terbesar bagi penjual adalah harus menggunakan banyak alat berbeda untuk setiap langkah. Situs web menggunakan satu platform, halaman arahan menggunakan platform lain, CRM adalah sistem terpisah, dan pemasaran email perlu diintegrasikan dari layanan pihak keempat. Setiap alat memiliki kegunaan dan biayanya sendiri, dan menghubungkannya seringkali rumit.
GTG CRM dibangun dengan tujuan membantu para penjual mengikuti jalur ini dengan lebih lancar. Dalam satu platform, para penjual dapat:
Artinya, penjual tidak perlu membuang waktu mempelajari cara menggunakan berbagai alat yang berbeda, mengkhawatirkan integrasi, atau membayar berbagai layanan terpisah. Semuanya berada dalam satu sistem terpadu, memungkinkan penjual untuk fokus pada penjualan dan layanan pelanggan alih-alih berjuang dengan teknologi.
Bagi penjual baru, GTG CRM membantu mengimplementasikan peta jalan dari langkah 1 hingga langkah 3 dengan lancar. Bagi penjual yang sudah memiliki situs web sendiri tetapi belum memiliki CRM, GTG CRM membantu menambahkan lapisan yang kurang tanpa harus membangun dari awal.
Membangun saluran penjualan terpisah di luar pasar resmi bukanlah keputusan mendadak atau proyek yang bisa diselesaikan dalam sebulan. Ini adalah perjalanan jangka panjang yang membutuhkan strategi yang jelas dan ketekunan.
Panduan tiga langkah ini memberikan jalur yang jelas bagi para penjual: mulai dengan situs web penjualan untuk menciptakan kehadiran yang unik, lanjutkan dengan halaman arahan penjual untuk meningkatkan konversi per kampanye, dan selesaikan prosesnya dengan CRM untuk e-commerce guna memelihara data pelanggan dan membina hubungan pelanggan jangka panjang. Setelah fondasi ini kokoh, ekspansi ke pemasaran email untuk penjual online dan otomatisasi untuk penjualan online akan menjadi lebih alami dan efektif.
Yang terpenting adalah penjual tidak boleh mencoba melakukan semuanya sekaligus. Fokuslah pada satu langkah dalam satu waktu, bangun setiap lapisan dengan kokoh, ukur hasilnya, dan lakukan penyesuaian sebelum beralih ke langkah berikutnya. Itulah satu-satunya cara untuk membangun sistem penjualan pribadi yang berkelanjutan dan benar-benar berharga.
Jika Anda seorang penjual online yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan pada marketplace, mulailah dengan langkah pertama hari ini. Anda tidak perlu meninggalkan marketplace segera, tetapi Anda perlu mulai membangun sistem Anda sendiri jika Anda menginginkan masa depan bisnis yang lebih berkelanjutan.
Mulailah membangun situs web penjualan Anda sendiri dengan GTG CRM hari ini untuk meletakkan fondasi bagi saluran penjualan Anda sendiri.
1. Apakah saya perlu meninggalkan platform e-commerce saat membangun saluran penjualan saya sendiri?
Tidak selalu. Membangun saluran penjualan terpisah di luar marketplace bukan berarti langsung meninggalkan marketplace. Penjual harus terus berjualan di marketplace untuk menjaga arus kas sambil secara bertahap membangun sistem mereka sendiri. Setelah sistem mereka cukup kuat, mereka dapat lebih proaktif dalam mengalokasikan sumber daya.
2. Dari mana saya harus memulai jika saya belum memiliki apa pun?
Jika Anda belum memiliki apa pun, mulailah dengan langkah 1: situs web terpisah untuk penjual. Ini adalah fondasi paling dasar untuk menciptakan kehadiran independen. Setelah situs web berjalan lancar, lanjutkan dengan halaman arahan (landing page) dan CRM sesuai urutan yang benar.
3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memiliki sistem penjualan pribadi yang berfungsi secara efektif?
Dengan peta jalan 3 langkah, penjual dapat memiliki sistem operasional dasar dalam waktu 3 bulan. 30 hari pertama fokus pada situs web, 60 hari berikutnya menambahkan halaman arahan dan CRM, dan 90 hari selanjutnya mengoptimalkan sistem. Namun, jangka waktu spesifik bergantung pada sumber daya dan tingkat fokus setiap penjual.
4. Berapa biaya untuk membangun saluran penjualan khusus?
Biaya bergantung pada alat dan skala implementasi. Menggunakan platform terintegrasi seperti GTG CRM dapat menghemat uang penjual dibandingkan membeli beberapa alat secara terpisah. Penting untuk berinvestasi secara bertahap sesuai kemampuan finansial Anda daripada mencoba melakukan semuanya sekaligus dan melebihi anggaran.
5. Saya tidak tahu apa pun tentang teknologi; apakah mungkin bagi saya untuk membuat situs web dan halaman arahan sendiri?
Ya, itu mungkin. Platform modern seperti GTG CRM dirancang sedemikian rupa sehingga bahkan mereka yang tidak memiliki pengetahuan teknis pun dapat membangun situs web dan halaman arahan sendiri melalui antarmuka seret dan lepas yang sederhana. Anda tidak memerlukan keterampilan pemrograman atau desain tingkat lanjut untuk memulai.
6. Kapan saya harus mulai menggunakan pemasaran email dan otomatisasi?
Pemasaran email dan otomatisasi sebaiknya diimplementasikan hanya setelah Anda memiliki situs web, halaman arahan (landing page), dan sistem CRM yang stabil, serta memiliki data pelanggan yang cukup. Mengimplementasikannya terlalu dini, tanpa data atau pemahaman menyeluruh tentang perjalanan pelanggan, tidak akan terlalu efektif.
7. Bagaimana saya mengetahui apakah saluran penjualan saya sendiri berkinerja efektif?
Lacak indikator kinerja utama (KPI) yang relevan untuk setiap tahap: lalu lintas situs web, tingkat konversi pada halaman arahan, jumlah kontak baru di CRM, dan tingkat pengembalian pelanggan. Sangat penting untuk membandingkan biaya akuisisi pelanggan baru dengan biaya penjualan kembali kepada pelanggan yang sudah ada untuk memahami nilai sebenarnya dari mempertahankan data pelanggan.
8. Bisakah saya mentransfer data pelanggan dari marketplace ke sistem saya sendiri?
Biasanya, platform e-commerce tidak menyediakan informasi kontak pelanggan yang detail kepada penjual. Itulah mengapa membangun saluran pribadi dan mengumpulkan data langsung dari pelanggan sangat penting. Anda dapat secara proaktif mengundang pelanggan yang telah membeli dari platform Anda untuk bergabung dengan saluran pribadi Anda melalui penawaran atau program loyalitas.










