Belajar Bakat
532 penayangan
Daftar Isi
Sejak faktur elektronik menjadi wajib berdasarkan peraturan Direktorat Jenderal Pajak, banyak pemilik toko, pengecer, dan rumah tangga bisnis masih belum yakin jenis faktur elektronik mana yang paling sesuai dengan skala dan karakteristik bisnis mereka. Tiga jenis faktur elektronik yang paling umum tersedia saat ini adalah faktur dengan kode otoritas pajak, faktur tanpa kode otoritas pajak, dan faktur dengan kode otoritas pajak (juga dikenal sebagai faktur cetak) – masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
Memilih jenis faktur yang tepat tidak hanya membantu bisnis mematuhi hukum tetapi juga mengoptimalkan biaya operasional dan proses penjualan. Artikel ini akan menganalisis tiga jenis faktur elektronik secara detail, membandingkan kelebihan dan kekurangannya, dan membantu Anda membuat keputusan yang paling tepat.
Faktur elektronik dengan kode otoritas pajak adalah faktur yang telah diberikan kode otentikasi oleh Direktorat Jenderal Pajak sebelum dikirimkan kepada pelanggan. Kode ini terdiri dari rangkaian karakter unik yang dibuat oleh otoritas pajak dan dilampirkan pada faktur untuk mengkonfirmasi keabsahannya.

Berdasarkan Keputusan Pemerintah Nomor 123/2020/ND-CP, usaha yang diklasifikasikan sebagai berisiko tinggi untuk tujuan pajak diwajibkan menggunakan faktur dengan kode:
Transparansi dan kontrol ketat: Otoritas pajak memiliki akses ke informasi faktur secara real-time, meminimalkan kecurangan pajak.
Biaya rendah: Bisnis tidak perlu membayar biaya kepada penyedia layanan pembuatan faktur; mereka hanya perlu mendaftar dan menggunakannya secara gratis melalui portal Direktorat Jenderal Pajak.
Keabsahan hukum yang tinggi: Faktur ini langsung disertifikasi oleh otoritas pajak, sehingga menjamin keabsahan hukum yang mutlak.
Ketergantungan pada sistem perpajakan: Ketika sistem Direktorat Jenderal Pajak mengalami masalah atau pemeliharaan, bisnis mungkin tidak dapat menerbitkan faktur.
Kecepatan lebih lambat: Dibandingkan dengan faktur tanpa kode, keharusan menunggu otoritas pajak mengeluarkan kode dapat menyebabkan keterlambatan dalam beberapa kasus.
Keterbatasan fleksibilitas: Tidak cocok untuk bisnis yang perlu menerbitkan faktur dalam jumlah besar dalam waktu singkat.
Faktur elektronik tanpa kode adalah faktur yang diterbitkan oleh bisnis itu sendiri melalui penyedia layanan faktur elektronik (penyedia yang disetujui oleh Direktorat Jenderal Pajak), dan tidak memerlukan kode verifikasi sebelum dikirim ke pelanggan.
Bisnis diperbolehkan menggunakan faktur tanpa kode jika memenuhi kondisi berikut:

Kecepatan tinggi: Penerbitan faktur instan, tidak perlu menunggu konfirmasi dari otoritas pajak.
Terlepas dari sistem perpajakan: Bisnis tetap dapat menerbitkan faktur meskipun sistem Direktorat Jenderal Pajak mengalami masalah.
Fleksibilitas tinggi: Cocok untuk bisnis dengan volume transaksi tinggi yang membutuhkan penerbitan faktur dalam jumlah besar.
Integrasi mudah: Penyedia layanan sering kali memiliki API dan fitur yang terintegrasi dengan perangkat lunak manajemen penjualan.
Biaya layanan: Perusahaan harus membayar biaya kepada penyedia layanan faktur elektronik, mulai dari beberapa juta hingga puluhan juta VND per tahun tergantung pada paket layanan yang dipilih.
Persyaratan kelayakan: Tidak semua bisnis memenuhi syarat untuk menggunakan layanan ini, terutama bisnis baru atau bisnis yang memiliki risiko pajak.
Tanggung jawab hukum: Perusahaan sepenuhnya bertanggung jawab atas keakuratan dan legalitas faktur yang mereka keluarkan.
Faktur yang dikeluarkan oleh otoritas pajak, juga dikenal sebagai faktur cetak sesuai permintaan, adalah faktur yang sudah dicetak sebelumnya dengan kode yang diberikan oleh otoritas pajak. Ini adalah bentuk transisi dari faktur kertas ke faktur elektronik, biasanya diterapkan pada bisnis yang belum memenuhi persyaratan atau belum siap untuk beralih sepenuhnya ke faktur elektronik.

Cocok untuk usaha kecil: Tidak memerlukan infrastruktur teknologi yang kompleks.
Proses sederhana: Mudah digunakan, tidak memerlukan koneksi internet saat membuat faktur.
Biaya awal rendah: Tidak diperlukan investasi dalam perangkat lunak atau layanan faktur elektronik.
Usang: Tidak sejalan dengan tren digitalisasi terkini, secara bertahap mulai dihentikan penggunaannya.
Tantangan manajemen: Rentan hilang, sulit ditemukan dan disimpan dibandingkan dengan faktur elektronik.
Tidak fleksibel: Jika terdapat kesalahan, faktur kertas harus dibatalkan dan dilaporkan kepada otoritas pajak.
Batas waktu: Sesuai dengan peta jalan, jenis faktur ini secara bertahap akan sepenuhnya digantikan oleh faktur elektronik.
| Kriteria | Ia memiliki kode pajak. | Tidak ada kode pajak | Kode Pajak (Pesanan Pencetakan) |
|---|---|---|---|
| Kecepatan keluaran | Lambat (1-2 detik) | Cepat (instan) | Sedang |
| Pengeluaran | Gratis | 3-15 juta/tahun | Biaya pencetakan |
| Bergantung pada internet | Memiliki | Memiliki | Tidak |
| Mengelola | Mudah | Mudah | Keras |
| Fleksibilitas | Pendek | Tinggi | Sangat rendah |
| Kecenderungan | Populer | Populer | Sedang dihapus |
Memilih jenis faktur elektronik yang tepat bergantung pada skala bisnis, volume transaksi, dan strategi pengembangan. Sebagian besar usaha kecil dan menengah (UKM) saat ini menggunakan faktur dengan kode karena biayanya lebih rendah dan sesuai dengan persyaratan hukum. Sementara itu, bisnis yang lebih besar dengan volume transaksi tinggi sering memilih faktur tanpa kode untuk mengoptimalkan proses operasional mereka.
Untuk membantu pemilik toko dan bisnis menerbitkan faktur elektronik dengan mudah dan cepat, GTG CRM telah mengintegrasikan fitur yang memungkinkan pembuatan faktur elektronik langsung dari pesanan. Anda dapat terhubung dengan penyedia faktur terkemuka, secara otomatis membuat faktur dari informasi pesanan, dan mengirim faktur kepada pelanggan hanya dengan beberapa langkah sederhana. Ini menghemat waktu, mengurangi kesalahan, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan hukum.









