Banyak penjual online berpikir bahwa setelah memiliki situs web penjualan sendiri, semuanya sudah selesai. Kenyataannya, situs web hanya membantu pelanggan menemukan produk dan membeli untuk pertama kalinya. Tanpa cara untuk menjaga koneksi, sebagian besar pelanggan akan membeli sekali lalu lupa. Pemasaran email adalah alat yang membantu penjual merawat pelanggan lama, mengingatkan mereka untuk membeli kembali, dan memanfaatkan data yang ada dari situs web. Biaya untuk menjual kembali kepada orang yang sudah mengenal merek jauh lebih rendah daripada terus-menerus mencari pelanggan baru.

ai-generated-1776929063095.png

Artikel ini ditujukan untuk penjual yang sudah memiliki situs web sendiri atau sedang membangun saluran penjualan di luar marketplace, tetapi belum memanfaatkan email sebagai saluran perawatan pelanggan lama. Mari kita lihat mengapa email masih sangat berguna, kapan sebaiknya digunakan, dan cara menghubungkan email dengan situs web melalui CRM untuk menciptakan proses perawatan pelanggan yang terstruktur.

Situs Web Membantu Penjualan, Email Membantu Mempertahankan Pelanggan

Ketika penjual beralih dari berjualan di marketplace ke memiliki situs web sendiri, sebagian besar fokus pada pengoptimalan halaman produk, peningkatan pengalaman berbelanja, dan menjalankan iklan untuk menarik pelanggan. Ini adalah langkah-langkah penting, tetapi belum cukup.

Masalahnya adalah: setelah pelanggan membeli atau memberikan informasi, jika penjual tidak memiliki cara untuk menjaga kontak, pelanggan akan mudah melupakan merek. Mereka mungkin kembali berbelanja di pesaing hanya karena saat mereka perlu membeli lagi, mereka ingat orang lain atau mereka sudah tidak ingat lagi dengan penjual.

Pemasaran email membantu penjual secara proaktif menjaga koneksi dengan mereka yang sudah mengenal merek. Alih-alih menunggu pelanggan mengingat sendiri dan kembali, penjual dapat mengirim email setelah pembelian, mengingatkan untuk membeli kembali pada waktu yang tepat, atau memperkenalkan produk baru yang sesuai untuk setiap kelompok pelanggan. Ini bukan spam, tetapi cara terencana untuk merawat pelanggan lama.

Kapan Penjual Sebaiknya Mulai Menggunakan Pemasaran Email

Tidak selalu perlu email sejak awal. Jika penjual masih menguji coba produk, belum memiliki pesanan yang stabil, atau belum memiliki data pelanggan, maka membangun sistem email mungkin belum perlu.

Namun, ketika penjual sudah memiliki situs web penjualan yang stabil dan mulai memiliki data pelanggan dari sumber seperti pesanan, formulir kontak, landing page untuk penjual, atau program promosi, itulah saatnya untuk memikirkan pemasaran email.

Sinyal yang menunjukkan penjual sebaiknya mulai menggunakan email:

  • Sudah memiliki 50 pesanan atau lebih, atau memiliki daftar pelanggan yang pernah berinteraksi dengan merek.
  • Memiliki pelanggan yang membeli sekali tetapi tidak kembali untuk pembelian kedua.
  • Memiliki pelanggan yang meninggalkan informasi di situs web atau landing page tetapi belum menyelesaikan pesanan.
  • Ingin memperkenalkan produk baru atau program diskon kepada orang yang tepat yang tertarik, alih-alih menjalankan iklan yang luas.
  • Ingin meningkatkan tingkat pembelian kembali dari pelanggan lama daripada hanya fokus mencari pelanggan baru.

Jika penjual mengenali satu atau lebih poin di atas, pemasaran email akan menjadi alat yang berguna.

Kelompok Email Dasar yang Sebaiknya Dimiliki Penjual

Saat memulai dengan pemasaran email, penjual tidak perlu membuatnya terlalu rumit. Cukup fokus pada beberapa kelompok email dasar yang memiliki dampak jelas dalam merawat pelanggan lama dan mengingatkan mereka untuk membeli kembali.

Email Ucapan Selamat Datang atau Konfirmasi

Ketika pelanggan meninggalkan informasi di situs web, formulir kontak, atau mendaftar untuk menerima berita, email ucapan selamat datang atau konfirmasi membantu pelanggan mengetahui bahwa informasi mereka telah diterima. Ini juga merupakan kesempatan untuk memperkenalkan merek secara singkat dan apa yang dapat mereka harapkan.

Email Pasca-Pembelian

Ini adalah email yang paling penting. Setelah pelanggan membeli, email ucapan terima kasih beserta informasi pesanan membantu menciptakan kesan profesional. Jika memungkinkan, penjual sebaiknya mengirim email tambahan berisi panduan penggunaan produk atau meminta umpan balik setelah jangka waktu yang sesuai.

Email Pengingat untuk Pelanggan Lama

Setelah beberapa waktu pelanggan tidak kembali berbelanja, penjual dapat mengirim email pengingat yang lembut. Misalnya, jika pelanggan pernah membeli produk habis pakai seperti kosmetik, suplemen makanan, atau alat tulis, mengirim email pengingat untuk membeli kembali setelah 30 atau 60 hari adalah hal yang wajar.

Email Pengenalan Produk Baru atau Diskon yang Sesuai

Saat ada produk baru atau program promosi, alih-alih mengirim ke semua orang, penjual sebaiknya mengirimkannya ke kelompok pelanggan yang memiliki kemungkinan besar tertarik. Misalnya, pelanggan yang pernah membeli kaos mungkin tertarik dengan model kaos baru, sementara pelanggan yang pernah membeli sepatu olahraga mungkin tertarik dengan aksesori lari.

Email Perawatan Pelanggan yang Tertarik tetapi Belum Membeli

Ada pelanggan yang masuk ke situs web, melihat produk, mungkin menambahkannya ke keranjang belanja tetapi tidak menyelesaikan pesanan. Jika mereka telah meninggalkan email, penjual dapat mengirim email pengingat atau bertanya apakah ada masalah yang memerlukan bantuan.

Email Konten Bermanfaat

Selain email penjualan, penjual juga dapat mengirim konten bermanfaat seperti tips penggunaan produk, cerita pelanggan, atau tren industri. Ini membantu menjaga koneksi tanpa terlalu fokus pada penjualan.

Semua kelompok email di atas memiliki kesamaan: mereka membantu penjual secara proaktif menjaga kontak dengan pelanggan alih-alih hanya duduk menunggu pelanggan kembali sendiri.

Hubungan antara Situs Web, CRM, dan Pemasaran Email

Banyak penjual berpikir bahwa hanya memiliki daftar email sudah cukup. Kenyataannya, jika tidak ada sistem penyimpanan dan pengelolaan data pelanggan yang benar, pemasaran email akan sulit memberikan hasil yang efektif.

Di sinilah CRM untuk penjual menjadi penting. CRM membantu menyimpan informasi pelanggan dari situs web, mengelompokkan pelanggan berdasarkan perilaku atau karakteristik, dan terhubung dengan sistem email untuk mengirimkan konten yang tepat kepada orang yang tepat.

Proses sebenarnya dapat berjalan sebagai berikut:

Pelanggan masuk ke situs web atau landing page, meninggalkan informasi, atau membeli. Data ini disimpan di CRM. Berdasarkan tindakan pelanggan, sistem secara otomatis mengelompokkan mereka ke dalam segmen yang sesuai, misalnya pelanggan yang sudah membeli, pelanggan yang meninggalkan informasi tetapi belum membeli, pelanggan yang sudah membeli tetapi belum kembali setelah beberapa waktu. Kemudian, penjual dapat mengirim email yang sesuai untuk setiap kelompok, misalnya email pasca-pembelian untuk pelanggan yang baru saja membeli, email pengingat untuk pelanggan lama, atau email diskon untuk pelanggan yang tertarik tetapi belum menyelesaikan pesanan.

Ketika ada otomatisasi email yang terhubung dengan CRM, penjual tidak perlu mengirim email secara manual kepada masing-masing orang. Sistem akan secara otomatis mengirimkan email berdasarkan tindakan atau status setiap kontak. Misalnya, ketika pelanggan membeli, sistem secara otomatis mengirim email ucapan terima kasih dan email panduan setelah beberapa hari. Ketika pelanggan tidak kembali setelah 30 hari, sistem secara otomatis mengirim email pengingat untuk membeli kembali.

Berkat koneksi ini, pemasaran email menjadi lebih kontekstual dan personal. Pelanggan tidak merasa seperti di-spam, tetapi merasa dirawat pada waktu yang tepat.

Alur Email Dasar untuk Merawat Pelanggan

Alur email yang sederhana namun efektif dapat membantu penjual menjaga koneksi dengan pelanggan dari pembelian pertama hingga pembelian berikutnya.

Alur untuk Pelanggan yang Baru Membeli:

Segera setelah pelanggan menyelesaikan pesanan, kirimkan email konfirmasi pesanan beserta informasi pengiriman. Setelah 3-5 hari, kirimkan email menanyakan apakah pelanggan sudah menerima barang, apakah produk baik-baik saja, dan apakah ada pertanyaan yang memerlukan bantuan. Setelah 15-20 hari, kirimkan email panduan penggunaan produk atau bagikan tips terkait. Setelah 30-45 hari, kirimkan email pengenalan produk pelengkap atau program diskon untuk pelanggan yang kembali berbelanja.

Alur untuk Pelanggan yang Tertarik tetapi Belum Membeli:

Ketika pelanggan meninggalkan informasi di landing page atau formulir kontak, kirimkan email ucapan selamat datang beserta pengenalan singkat tentang merek dan produk unggulan. Setelah 2-3 hari, kirimkan email pengenalan yang lebih detail tentang produk yang mungkin menarik bagi pelanggan. Setelah 7 hari, jika pelanggan belum membeli, kirimkan email menanyakan apakah ada masalah yang memerlukan bantuan atau berikan diskon kecil untuk mendorong pembelian pertama.

Alur untuk Pelanggan Lama yang Belum Kembali:

Setelah 30-60 hari sejak pembelian terakhir, kirimkan email pengingat yang lembut beserta produk baru atau diskon yang sesuai. Jika pelanggan masih belum merespons setelah 15 hari, kirimkan email menanyakan alasan mengapa mereka belum kembali dan apa yang bisa dibantu.

Alur-alur ini tidak perlu rumit. Yang penting adalah mereka membantu penjual menjaga koneksi secara sistematis daripada mengirim email secara acak atau melupakan pelanggan lama.

Contoh Nyata: Toko Kosmetik yang Memiliki Situs Web tetapi Kurang Merawat Pelanggan

Sebuah toko kosmetik organik telah memiliki situs web sendiri dan menjalankan iklan Facebook dengan cukup efektif. Setiap bulan ada sekitar 100 pesanan, tetapi sebagian besar pelanggan hanya membeli sekali lalu tidak kembali. Pemilik toko menyadari bahwa mereka menghabiskan banyak uang untuk iklan demi mencari pelanggan baru, sementara pelanggan yang pernah membeli justru terlupakan.

Toko memutuskan untuk mulai menggunakan pemasaran email untuk merawat pelanggan lama. Pertama, mereka menyimpan semua informasi pelanggan dari pesanan ke dalam sistem CRM sederhana. Kemudian, mereka mengatur serangkaian email otomatis sebagai berikut:

Segera setelah pelanggan membeli, kirimkan email ucapan terima kasih beserta panduan penggunaan produk. Setelah 10 hari, kirimkan email meminta umpan balik dan memperkenalkan produk pelengkap yang sesuai. Setelah 30 hari, kirimkan email pengingat untuk membeli kembali dengan diskon kecil untuk pembelian kedua.

Dengan cara ini, toko tidak perlu mengeluarkan uang iklan tambahan tetapi tetap menjaga koneksi dengan pelanggan lama. Beberapa pelanggan mulai kembali untuk pembelian kedua, ketiga. Mereka tidak perlu mengingat toko, tetapi diingatkan pada waktu yang tepat. Biaya untuk menjual kembali kepada pelanggan lama jelas jauh lebih rendah daripada terus-menerus mencari pelanggan baru dari iklan.

Ini bukan cerita ajaib. Sederhananya, toko telah memanfaatkan data pelanggan yang ada dengan benar dan menggunakan email sebagai alat perawatan pelanggan lama daripada hanya fokus pada pencarian pelanggan baru.

Perbandingan Penjual Hanya dengan Situs Web dan Penjual dengan Situs Web Ditambah Email

Untuk melihat perbedaannya dengan jelas, kita dapat membandingkan dua skenario.

Penjual Hanya dengan Situs Web:

Pelanggan masuk ke situs web, melihat produk, membeli, atau meninggalkan informasi. Setelah itu, jika tidak ada tindakan lanjutan dari penjual, pelanggan akan secara bertahap melupakan merek. Ketika perlu membeli lagi, mereka mungkin mencari pesaing atau lupa dengan penjual. Penjual harus terus-menerus menjalankan iklan untuk menarik pelanggan baru, biaya meningkat secara bertahap tetapi tingkat pelanggan kembali rendah.

Penjual dengan Situs Web Ditambah Pemasaran Email:

Pelanggan masuk ke situs web, membeli, atau meninggalkan informasi. Data disimpan di CRM. Setelah itu, pelanggan menerima email ucapan terima kasih, email panduan penggunaan, email pengingat untuk membeli kembali, atau email pengenalan produk baru. Pelanggan merasa dirawat dan cenderung kembali berbelanja berkali-kali. Penjual masih menjalankan iklan untuk mencari pelanggan baru, tetapi sekaligus memanfaatkan data pelanggan lama untuk meningkatkan tingkat pembelian kembali tanpa perlu biaya tambahan.

Perbedaannya terletak pada ada atau tidaknya proses menjaga koneksi dengan pelanggan setelah interaksi pertama.

Peran Otomatisasi dalam Pemasaran Email

Jika penjual harus mengirim email secara manual kepada masing-masing pelanggan, pekerjaan itu akan sangat memakan waktu dan sulit dipertahankan. Di sinilah otomatisasi email menjadi berguna.

Otomatisasi membantu penjual menyiapkan skenario email otomatis berdasarkan tindakan atau status pelanggan. Misalnya, ketika pelanggan membeli, sistem secara otomatis mengirim email ucapan terima kasih. Setelah 10 hari, secara otomatis mengirim email meminta umpan balik. Setelah 30 hari, secara otomatis mengirim email pengingat untuk membeli kembali.

Yang penting adalah otomatisasi tidak berarti mengirim email secara mekanis. Penjual tetap perlu merancang konten email yang sesuai, memilih waktu pengiriman yang tepat, dan memantau efektivitasnya untuk melakukan penyesuaian. Otomatisasi hanya membuat pengiriman email menjadi lebih otomatis dan sistematis.

Beberapa skenario otomatisasi dasar yang dapat diterapkan oleh penjual:

  • Mengirim email ucapan selamat datang saat pelanggan mendaftar untuk menerima berita.
  • Mengirim email pasca-pembelian dan serangkaian email perawatan pelanggan baru.
  • Mengirim email pengingat untuk pelanggan lama setelah jangka waktu tertentu.
  • Mengirim email ulang tahun atau acara khusus jika informasi ini tersedia.
  • Mengirim email pengenalan produk baru atau diskon kepada kelompok pelanggan yang sesuai.

Semua ini dapat diatur sekali dan berjalan otomatis, membantu penjual menghemat waktu tetapi tetap menjaga koneksi dengan pelanggan.

Menghubungkan Situs Web dengan Email Menggunakan GTG CRM

Untuk melakukan hal di atas, penjual memerlukan alat yang membantu menghubungkan situs web, menyimpan data pelanggan, dan mengirim email secara sistematis. GTG CRM adalah solusi yang cocok untuk penjual online yang ingin membangun proses perawatan pelanggan lama yang terstruktur.

GTG CRM memiliki email builder drag-and-drop yang membantu penjual membuat email dengan teks, gambar, tombol, dan blok dasar tanpa perlu tahu kode. Penjual dapat mempersonalisasi email dengan menyisipkan variabel seperti nama pelanggan, email, atau nama perusahaan sesuai dengan setiap kontak. Saat mengirim email, penjual dapat memilih untuk mengirim ke semua kontak, berdasarkan filter, segmen, atau Smart Segment untuk memastikan konten sesuai dengan setiap kelompok pelanggan.

GTG CRM juga mendukung pengiriman email segera atau penjadwalan, memiliki pratinjau, dan mengirim percobaan sebelum dirilis. Setelah dikirim, penjual dapat memantau metrik dasar seperti delivered, opened, clicked, bounced, dan unsubscribed untuk mengevaluasi efektivitas dan menyesuaikan strategi.

Kekuatan GTG CRM terletak pada keterkaitan email dengan CRM. Data pelanggan dari situs web, landing page, atau formulir kontak disimpan dalam sistem CRM. Berdasarkan data ini, penjual dapat mengelompokkan pelanggan dan mengatur otomatisasi email yang sesuai dengan setiap tahap pelanggan.

Selain itu, GTG CRM juga memiliki dukungan AI untuk membuat campaign email dari deskripsi dalam bahasa alami. Penjual hanya perlu mendeskripsikan tujuan email, sistem akan menyarankan konten yang sesuai, membantu menghemat waktu dan lebih mudah bagi mereka yang belum terbiasa menulis email marketing.

Dengan GTG CRM, penjual tidak memerlukan banyak alat terpisah. Semuanya terhubung dalam satu sistem, mulai dari penyimpanan data pelanggan, pengelompokan, pembuatan email, hingga pengiriman dan pemantauan efektivitas.

Kesimpulan

Pemasaran email bukanlah alat yang ketinggalan zaman. Bagi penjual yang sudah memiliki situs web sendiri, email adalah cara terbaik untuk merawat pelanggan lama, mengingatkan mereka untuk membeli kembali, dan memanfaatkan data pelanggan yang ada. Alih-alih hanya fokus mencari pelanggan baru, penjual sebaiknya membangun proses untuk menjaga koneksi dengan mereka yang sudah mengenal merek.

Ketika menggabungkan situs web penjualan, CRM untuk penjual, dan pemasaran email dengan benar, penjual tidak hanya dapat menjual sekali tetapi juga memiliki kesempatan untuk menciptakan pembelian berulang dengan biaya lebih rendah. Yang penting adalah penjual perlu memulai dari langkah-langkah sederhana, mengatur kelompok email dasar, dan secara bertahap membangun proses perawatan pelanggan lama yang sistematis.

Jika Anda mencari solusi yang membantu menghubungkan situs web dengan email dan mengelola pelanggan secara efektif, GTG CRM bisa menjadi pilihan yang tepat. Mulailah membangun proses perawatan pelanggan lama Anda hari ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apakah pemasaran email masih efektif ketika penjual sudah memiliki situs web sendiri?

Pemasaran email masih sangat efektif karena membantu penjual menjaga koneksi dengan pelanggan yang sudah mengenal merek. Situs web membantu penjualan pertama kali, sementara email membantu merawat pelanggan lama dan mengingatkan mereka untuk membeli kembali dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada mencari pelanggan baru.

2. Kapan penjual sebaiknya mulai menggunakan pemasaran email?

Penjual sebaiknya mulai ketika sudah memiliki data pelanggan dari situs web, formulir kontak, atau pesanan. Jika sudah memiliki 50 pesanan atau lebih, atau memiliki pelanggan yang membeli sekali tetapi tidak kembali, itulah saatnya untuk memikirkan pemasaran email.

3. Kelompok email apa yang sebaiknya dimiliki penjual?

Penjual sebaiknya memiliki email ucapan selamat datang, email pasca-pembelian, email pengingat untuk pelanggan lama, email pengenalan produk baru atau diskon, dan email perawatan pelanggan yang tertarik tetapi belum membeli. Ini adalah kelompok email dasar tetapi efektif.

4. Apa peran CRM dalam pemasaran email?

CRM membantu menyimpan data pelanggan dari situs web, mengelompokkan pelanggan berdasarkan perilaku, dan terhubung dengan sistem email untuk mengirimkan konten yang tepat kepada orang yang tepat. Berkat itu, pemasaran email menjadi lebih kontekstual dan personal.

5. Apakah otomatisasi email diperlukan?

Otomatisasi membantu penjual mengirim email secara otomatis berdasarkan tindakan atau status pelanggan, menghemat waktu, dan memastikan konsistensi. Penjual tidak perlu mengirim email secara manual kepada masing-masing orang tetapi tetap dapat mempertahankan proses perawatan pelanggan lama.

6. Apakah GTG CRM cocok untuk penjual online?

GTG CRM cocok untuk penjual yang ingin menghubungkan situs web, CRM, dan pemasaran email dalam satu sistem. Alat ini memiliki email builder sederhana, mendukung otomatisasi, pengelompokan pelanggan, dan pemantauan efektivitas dasar, cocok untuk kebutuhan penjual online.

Ubah apa yang baru saja Anda baca menjadi hasil nyata — terapkan sekarang dengan GTG CRM, gratis.

Terapkan Sekarang